Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan penerimaan pajak sepanjang 2026 sebesar 20,5 persen year on year (yoy).

Target ini lebih tinggi dibandingkan realisasi akhir 2025 yang mencapai Rp1.917,6 triliun.

>>> Cara Mendapatkan Layanan Cuci Darah Gratis dengan BPJS Kesehatan

Meski demikian, angka tersebut masih di bawah target APBN 2026 yang sebesar Rp2.357,7 triliun.

Untuk mencapai target APBN, pertumbuhan harus mencapai 22,9 persen dari realisasi tahun lalu.

Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan target pertumbuhan kepada Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.

Bimo memaparkan estimasi pertumbuhan sepanjang tahun ini di angka 20,5 persen.

"[Target pertumbuhan pajak sepanjang 2026] 20,5%, tetapi kami coba dorong ke level yang lebih positif," ujar Purbaya di Aula Mezzanine, Gedung Juanda Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Target pertumbuhan 20,5 persen ini lebih baik dibandingkan performa akhir 2025 yang mengalami kontraksi 0,7 persen.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun, tumbuh 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp683,3 triliun.

Laju pertumbuhan ini juga lebih tinggi dari capaian April 2026 yang tumbuh 16,1 persen. "Ada perbaikan signifikan di pajak dibandingkan kondisi di tahun lalu," kata Purbaya.

Kinerja Positif Hampir Seluruh Jenis Pajak

Hingga akhir Mei 2026, mayoritas jenis penerimaan pajak mencatat pertumbuhan positif. PPh Badan beserta depositnya mencapai Rp167,7 triliun, tumbuh 23,9 persen.

>>> Ommane K&Food Hadirkan Pengalaman Kuliner Masakan Rumahan Autentik Korea

PPh Orang Pribadi dan PPh 21 mengumpulkan Rp123,1 triliun dengan pertumbuhan 26 persen.

Kelompok PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 menghimpun Rp138,7 triliun, tumbuh 5,2 persen.