Lonjakan tertinggi terjadi pada PPN dan PPnBM yang meroket 41,3 persen dengan realisasi Rp315,7 triliun.

Sementara jenis pajak lainnya mengumpulkan Rp89,3 triliun, tumbuh negatif 6 persen.

Berdasarkan sektor, perdagangan menyumbang porsi terbesar 25,5 persen dengan pertumbuhan tertinggi 52,4 persen. Industri pengolahan berkontribusi 23,6 persen dengan pertumbuhan 19,7 persen.

Sektor pertambangan menyumbang 9,1 persen dan tumbuh 28,2 persen. Sektor pengangkutan dan pergudangan memberikan andil 4,6 persen dengan pertumbuhan 16,8 persen.

Secara kumulatif, total penerimaan negara terealisasi Rp1.185 triliun, tumbuh 19,1 persen. Penerimaan bea dan cukai mencapai Rp123,8 triliun, tumbuh tipis 0,7 persen.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp226,4 triliun, tumbuh 19,9 persen. Sementara belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun, melesat 34,4 persen.

>>> Kadin Minta Pemerintah Percepat Negosiasi Hadapi Ancaman Tarif AS

Defisit anggaran tercatat Rp180,4 triliun atau 0,7 persen terhadap PDB. Keseimbangan primer mencatat surplus Rp58,6 triliun, melanjutkan tren positif sejak akhir April.