Kadin Minta Pemerintah Percepat Negosiasi Hadapi Ancaman Tarif AS
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah untuk mempercepat negosiasi dan memperluas diversifikasi pasar.
Langkah ini menyusul ancaman pengenaan tarif bea masuk tambahan 10% oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) terhadap produk Indonesia.
>>> OJK Waspadai Lonjakan Beban Valas Korporasi Akibat Pelemahan Rupiah
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Erwin Aksa, menilai kebijakan tersebut sebagai risiko serius bagi daya saing ekspor Indonesia.
"Dunia usaha melihat tarif tambahan 10% ini sebagai risiko serius, terutama karena menyasar komoditas dan produk yang selama ini menjadi bagian dari ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat," ujarnya Jumat (5/6/2026).
Menurut Erwin, dampak tarif akan bervariasi di setiap sektor.
Namun secara umum, hal ini dapat menekan daya saing harga produk Indonesia, terutama di industri manufaktur padat karya dan komoditas primer yang memiliki margin ekspor terbatas.
Dunia usaha mulai menghitung potensi dampak kebijakan ini.
Sektor yang paling rentan adalah industri yang sangat bergantung pada pasar AS, menghadapi persaingan ketat, dan tidak memiliki ruang besar untuk menaikkan harga jual.
"Dalam kondisi seperti ini, tambahan tarif 10% bisa membuat buyer mengalihkan pesanan ke negara pesaing yang tarifnya lebih rendah atau rantai pasoknya dianggap lebih pasti," lanjut Erwin.
Kadin menilai langkah pemerintah yang telah mengajukan pengecualian 18 komoditas sudah tepat. Langkah ini perlu diperkuat melalui diplomasi perdagangan yang lebih intensif.
Dunia usaha juga menekankan pentingnya dukungan data yang menunjukkan kepatuhan Indonesia terhadap standar ketenagakerjaan, traceability, dan rantai pasok global.
Di sisi lain, pelaku usaha menilai strategi tidak bisa hanya bergantung pada hasil negosiasi.
Update Terbaru
Trailer Captain Tsubasa 2: World Fighters Perkenalkan Tim Korea Selatan
Rabu / 22-07-2026, 07:45 WIB
California Percepat Mitigasi Kebakaran Hutan di Tengah Ancaman Pemotongan Dana
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Little League Diskualifikasi Tim Softball Tulsa karena Pelanggaran Eligibilitas
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Daftar Harga HP Samsung Baru dan Bekas per Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Diskon 50% Tiket MotoGP Mandalika 2026 Khusus Warga NTB, Mulai Rp200 Ribu
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS Skema B
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Jeana Keough Tak Bisa Makan Dua Pekan Akibat Kanker Lidah
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Danny Trejo Tak Terduga Bertemu Keponakan di TMZ Brunch Bus
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Satu Pemain Argentina Tak Balik Badan, Hormati Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Morgan Rogers Resmi Gabung Chelsea, Jadi Pemain Inggris Termahal
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Jason Alexander Minta Maaf ke Courtney Stodden atas Sketsa Kontroversial
Rabu / 22-07-2026, 07:39 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Cermati Level Support dan Resistance
Rabu / 22-07-2026, 07:39 WIB
Alasan Negara-negara Arab Tak Balas Serangan Iran
Rabu / 22-07-2026, 07:39 WIB
Tato 'Celeste' di Jari D4vd Terungkap di Sidang
Rabu / 22-07-2026, 07:35 WIB







