Jaringan Ethereum mencatat tonggak sejarah baru. Rasio stakingnya menembus 33,9%, angka tertinggi sepanjang masa.

Data terbaru menunjukkan lebih dari 40,7 juta Ether (ETH) kini terkunci dalam mekanisme Proof-of-Stake (PoS). Jumlah ini setara dengan sepertiga dari total pasokan ETH yang beredar.

>>> Hukuman Larry Millete, Pembunuh Istri yang Hilang, Akan Dibacakan September

Peningkatan signifikan ini didorong oleh kepercayaan investor yang terus tumbuh. Imbal hasil staking yang menarik juga menjadi faktor utama.

Staking dalam jumlah besar memperkuat keamanan jaringan Ethereum. Semakin banyak ETH yang di-stake, semakin sulit bagi pihak jahat untuk menyerang jaringan.

Desentralisasi Ethereum juga ikut terdongkrak. Dengan banyaknya validator yang berpartisipasi, kekuasaan tidak terpusat pada segelintir pihak.

Fenomena ini memiliki implikasi positif terhadap dinamika pasokan ETH. Sebagian besar ETH yang terkunci tidak dapat diperdagangkan, sehingga berpotensi menekan inflasi.

>>> Polisi Kumpulkan Lebih dari 100 Senjata Api di Acara Encinitas

Para analis melihat tren ini sebagai sinyal bullish jangka panjang. Pasokan yang lebih ketat dapat mendorong kenaikan harga ETH di masa depan.

Meski demikian, risiko tetap ada. Jika terjadi penarikan massal staking, tekanan jual bisa meningkat.

Namun, saat ini sentimen pasar masih positif.

>>> Nuanu Luncurkan Sutala Market, Target Masuk 5 Besar Destinasi Gastronomi Asia Tenggara

Ethereum terus menjadi tulang punggung ekosistem decentralized finance (DeFi) dan aplikasi blockchain lainnya. Rekor staking ini menegaskan posisinya sebagai aset kripto terdepan.