RUU perwakilan rakyat pemerintah Inggris akan kembali ke House of Commons untuk pembacaan ketiga pada Selasa mendatang.

RUU ini memuat berbagai langkah, termasuk perluasan hak pilih bagi usia 16 dan 17 tahun serta perubahan pendaftaran pemilih.

>>> AS Serang Iran Setelah Serangan Rudal di Teluk

Namun, karena kontroversi seputar Nigel Farage dan teman-temannya yang sangat kaya, aspek legislasi yang tiba-tiba menjadi sorotan adalah fokus pada donasi uang besar.

Pemerintah telah memberlakukan moratorium donasi politik dalam mata uang kripto, yang oleh Komisi Pemilihan disebut sebagai tantangan khusus dalam mengidentifikasi donor.

Ada batas tahunan baru sebesar £100.000 untuk donasi dari warga Inggris yang tinggal di luar negeri.

Amandemen lain termasuk pemeriksaan baru terhadap perusahaan yang memberikan donasi, dan persyaratan bagi kandidat parlemen untuk mendeklarasikan donasi di atas £2.230.

Namun, hadiah pribadi tetap dikecualikan.

Ada juga batasan donasi bagi orang yang baru pindah ke Inggris, yaitu £100.000 untuk tahun pertama tempat tinggal mereka.

Kekuatan di Balik Kripto

Di balik layar, ada kelas kuat para pemain besar yang sering berada di posisi kanan keras dan berinvestasi dalam kripto.

Mereka mendukung pemerintahan Trump dan memperkaya diri sendiri, dengan transaksi online yang sangat besar.

Oliver Bullough, penulis dan jurnalis, menyoroti Tether, perusahaan yang sangat menguntungkan dan dimiliki 12% oleh Christopher Harborne.

Tether melaporkan laba lebih dari $10 miliar pada 2025, dan Bullough menyebutnya sebagai "bank sentral swasta".

Bullough mengatakan bahwa kripto adalah langkah berikutnya setelah privatisasi listrik atau air. "Ini hanya uang yang diprivatisasi," katanya.

Farage sendiri memuji Tether dan mendorong London untuk merangkul kripto.