Penjualan Sukuk Tabungan ST016 Tembus Rp22,62 Triliun, Tertinggi Sepanjang 2026
Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) mencatat realisasi penjualan sementara Sukuk Tabungan seri ST016 mencapai Rp22,62 triliun hingga Rabu (3/6/2026).
Produk investasi syariah ini berhasil menjaring sekitar 81.667 investor selama masa penawaran resmi yang ditutup pada pukul 15.00 WIB di hari yang sama.
>>> 5 Cara Menabung Dolar untuk Jangka Panjang, Diversifikasi Aset yang Efektif
Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Deni Ridwan menyatakan angka tersebut masih akan melalui tahap rekonsiliasi sebelum ditetapkan secara resmi pada Senin mendatang.
"Capaian tersebut merupakan pemesanan tertinggi untuk SBN Ritel yang telah ditawarkan sepanjang 2026," kata Deni saat dihubungi, Jumat (5/6/2026).
Menurut Deni, antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan kuatnya kepercayaan publik terhadap SBN Ritel syariah di tengah fluktuasi pasar keuangan global dan domestik.
Karakteristik ST016 dinilai menarik karena risiko rendah, akses pemesanan daring yang mudah, serta imbal hasil kompetitif.
Selain itu, ST016-T4 merupakan Green Sukuk yang hasil penjualannya akan dialokasikan untuk pembiayaan proyek ramah lingkungan dalam rangka mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
>>> Harga Emas Dunia Melemah akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah
Pemerintah bersama mitra distribusi dan pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan setiap penerbitan SBN Ritel ke depan.
Langkah penyempurnaan mencakup desain produk, strategi pemasaran, edukasi investor, hingga penguatan infrastruktur kanal distribusi digital.
Deni optimistis SBN Ritel akan tetap menjadi pilihan investasi menarik bagi masyarakat untuk diversifikasi portofolio, sekaligus mendukung pembiayaan APBN dan pembangunan nasional.
Sementara itu, COO Bareksa Ni Putu Kurniasari mengungkapkan realisasi penjualan ST016 melalui platform Bareksa telah melampaui target yang ditetapkan.
>>> Kementerian ESDM Teken Kontrak Listrik Desa Tahap I Rp4 Triliun
Ia menambahkan bahwa kupon yang lebih tinggi dan imbal hasil floating menjadi daya tarik utama, terutama setelah kenaikan BI Rate.
Update Terbaru
Kadek Seina Maputra Juara Starbucks Barista Championship 2026, Siap Wakili Indonesia di Asia Pasifik
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Tersangka Ledakkan Petasan di Depan Gedung Federal New York, Tiga Terluka
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Konflik AS-Iran di Hormuz: Peluang bagi Rusia dan China di Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Milania Giudice Tari Bareng Adik yang Laporkan ke Polisi
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Kuda Pacu Adan Banuelos Kaget Tahu Bella Hadid Single
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Dustin Poirier: Bud Langsung Putus Kontrak Usai Penangkapan
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Ibu Nolan Wells Ajukan Permohonan Hukum untuk Tuntut Kematian Putranya
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB
Instagram Cristiano Ronaldo Diduga Suka Unggahan Kritik FIFA soal Argentina
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB
Hyolyn Kembali ke Cinta Pertama: Era Diva yang Menginspirasinya
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB
Ford, Google, dan BlackRock Bersatu Atasi Krisis Tenaga Kerja Terampil AS
Rabu / 22-07-2026, 05:21 WIB
Pramono: Jumlah Truk Sampah ke Bantargebang Berkurang
Rabu / 22-07-2026, 05:21 WIB
PBB Ungkap Online Scam Bikin Asia Pasifik Rugi Rp2.041,7 T
Rabu / 22-07-2026, 05:21 WIB
Presiden CONMEBOL: Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim
Rabu / 22-07-2026, 05:21 WIB







