Harga emas dunia kembali mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat.

>>> Kementerian ESDM Teken Kontrak Listrik Desa Tahap I Rp4 Triliun

Berdasarkan data pasar, harga emas spot merosot 0,5 persen ke level US$ 4.452,20 per ons troi hingga pukul 02.25 GMT.

Sepanjang pekan ini, emas telah melemah sekitar 1,8 persen.

Sementara itu, bursa berjangka AS mencatat harga emas untuk pengiriman Agustus turun 0,6 persen menjadi US$ 4.478,50 per ons troi.

Ketegangan Timur Tengah dan Suku Bunga Jadi Pemicu

Sentimen negatif pasar memuncak setelah upaya perdamaian antara AS dan Iran menemui hambatan.

Kelompok Hizbullah di Lebanon menolak proposal gencatan senjata, sementara Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah konflik.

Ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga tinggi juga menjadi faktor utama penekan harga emas. Pelaku pasar khawatir bank sentral AS akan segera mengetatkan kebijakan moneternya.

>>> Sering Dianggap Menyebalkan, 2 Kebiasaan Ini Tanda Orang Cerdas

"Tren pasar saat ini mengarah pada ekspektasi pengetatan kebijakan suku bunga, yang juga menekan harga emas," ujar Nicholas Frappell, Kepala Pasar Institusional Global di ABC Refinery.

Perbedaan pandangan di antara pejabat bank sentral terkait inflasi turut mempengaruhi kondisi pasar.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyatakan bahwa kebijakan moneter ke depan akan bergantung pada perkembangan ekonomi domestik.

Data FedWatch dari CME Group menunjukkan probabilitas sebesar 51 persen untuk kenaikan suku bunga acuan sebelum akhir Desember 2026.

Pelemahan emas turut menyeret harga logam mulia lainnya.

>>> Kunjungan Wisatawan Eropa ke Sumatera Utara Melonjak pada April 2026

Perak turun 1,4 persen ke US$ 72,89, platinum merosot 1,1 persen ke US$ 1.878,68, dan paladium tergelincir 1,7 persen menjadi US$ 1.298,45 per ons troi.