Status Akademik Puluhan Ribu Siswa Sekolah Internasional di Korsel Terancam
Dampaknya, para siswa berisiko ditolak saat mendaftar ke perguruan tinggi dalam negeri serta menemui hambatan dalam melamar pekerjaan.
Di samping masalah legalitas, beberapa sekolah juga tersangkut kasus kriminal serius. Pada Juni 2025, sebuah sekolah tidak berizin di Incheon ditutup secara mendadak tanpa ada peringatan sebelumnya.
>>> Cody Gakpo Dikabarkan Ingin Tinggalkan Liverpool Pascapengunduran Diri Arne Slot
Lembaga di Incheon tersebut diduga menerapkan kurikulum yang tidak jelas, menunggak pembayaran gaji guru, serta menyediakan fasilitas di bawah standar.
Orang tua murid kemudian melayangkan gugatan hukum untuk menuntut pengembalian dana.
Total tuntutan dana sekolah tersebut mencapai 3 miliar won atau berkisar Rp 33 miliar. Direktur sekolah itu akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana penipuan.
Imbas penutupan mendadak di Incheon membuat lebih dari 10 siswa tidak bisa pindah ke sekolah umum. Mereka terpaksa menghentikan pendidikan formalnya.
Beberapa institusi ilegal ini juga diduga melakukan kecurangan lain.
Mereka disinyalir menjual kunci jawaban ujian masuk dan menjanjikan nilai tinggi kepada calon siswa demi mendapatkan imbalan uang dalam jumlah besar.
Desakan Memperketat Pengawasan Pemerintah
Kontroversi yang terus meluas memicu pemerintah daerah untuk mempertimbangkan penerapan regulasi yang lebih ketat.
Kritik tajam mengenai lemahnya pengawasan dilontarkan oleh Perwakilan Chae Su-ji dari People Power Party dalam sidang Dewan Metropolitan Seoul baru-baru ini.
"Sekolah internasional tak berizin menimbulkan risiko jelas, mulai dari catatan akademik yang tidak diakui hingga penutupan mendadak yang merugikan banyak keluarga," ujar Su-ji, dikutip dari Asia News Network.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan setempat, Chae Su-ji mengungkapkan ada sekitar 40 institusi di Seoul yang beroperasi sebagai sekolah internasional.
Update Terbaru
Sudaryono Akui Ada Pelanggaran di Program MBG, Tegaskan Pentingnya Kerja Tim
Kamis / 23-07-2026, 06:41 WIB
Indonesia Bantah Tangkap Aktivis Palestina, Abdul Karim Bukan Ulama
Kamis / 23-07-2026, 06:41 WIB
Tunjangan Guru Kemenag Lulusan PPG 2025 Cair Mulai Pekan Depan
Kamis / 23-07-2026, 06:37 WIB
Sarwendah Cabut dari Rumah Ruben Onsu, Akui Sering Didatangi Debt Collector Malam Hari
Kamis / 23-07-2026, 06:37 WIB
HMD Luncurkan Nokia 123 Shield, Ponsel Fitur Tangguh dengan USB-C dan Baterai 19 Hari
Kamis / 23-07-2026, 06:37 WIB
Review Corsair Clipper Pro Mini 60: Keyboard 60% dengan Harga Terjangkau dan Fitur Lengkap
Kamis / 23-07-2026, 06:26 WIB
Fetterman Kecam Trump soal Klaim Kecurangan Pemilu 2020
Kamis / 23-07-2026, 06:26 WIB
Kevin Feige Ungkap Rencana MCU hingga 2042, X-Men Jadi Inti
Kamis / 23-07-2026, 06:22 WIB
Hasbro Rilis Action Figure The Legend of Zelda Pertama dari Tears of the Kingdom
Kamis / 23-07-2026, 06:22 WIB
Palworld Akan Selalu Bisa Dimainkan, Bukan Live Service
Kamis / 23-07-2026, 06:22 WIB
Trump Hadiri Pemulangan Jenazah Empat Prajurit AS di Tengah Konflik Iran
Kamis / 23-07-2026, 06:21 WIB
Tantangan Hukum terhadap Penyelesaian Capital One Berpotensi Menunda Biaya Bunga
Kamis / 23-07-2026, 06:21 WIB
DPR AS Setujui RUU Pertahanan Rp 1,15 Triliun Terkait UU Pemilih
Kamis / 23-07-2026, 06:21 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, FIFA Umumkan Tim Terbaik Turnamen
Kamis / 23-07-2026, 06:21 WIB







