Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) pada Rabu (22/7).

Donny menjelaskan tugas utamanya adalah menyiapkan calon pemimpin masa depan melalui pendidikan yang terintegrasi.

>>> Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF Wanita usai Cukur Laos 5-0

"Beliau menginginkan adanya pendidikan di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan pemerintahan. Beliau ingin mengkonsolidasikan beberapa pendidikan yang sudah ada," kata Donny di Istana Negara.

URI berkesinambungan dengan Sekolah Unggulan Garuda. Ke depan, Prabowo akan mendirikan kampus URI yang terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Donny menyebut URI akan mendirikan sebanyak 10 kampus.

"Ini semua terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan SDM untuk ke depan, baik untuk pemerintahan ataupun BUMN," ucapnya.

Di bawah Gubernur URI terdapat Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang membawahi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan LAN.

LAN yang sudah ada akan diintegrasikan dan ditambah tugasnya. Selain pembinaan ASN, nantinya juga akan melatih karyawan BUMN.

Saat ini URI tengah melatih 399 pegawai baru BUMN untuk menjadi pemimpin berkarakter. Pembiayaan URI sepenuhnya dari APBN.

>>> Kebakaran Hutan di Prancis Selatan Hanguskan 500 Hektare Lahan

Kampus URI akan dibangun di Bogor, bekas lahan perkebunan sawit PTPN. Sementara itu, aktivitas URI berlangsung di gedung Kementerian BUMN, Jakarta.

Donny mengatakan kampus URI akan berjalan seperti kampus pada umumnya dengan lulusan bergelar sarjana.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan URI disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa dengan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan dari sejumlah negara.

"Itu sudah kita persiapkan lama. Belajar dari beberapa negara yang punya lembaga pendidikan khusus mempersiapkan calon pemimpin," kata Prasetyo.

Ia mencontohkan Prancis yang memiliki École nationale d'administration (ENA), kini berubah menjadi INSP, sebagai lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan.

Prasetyo mengatakan para pejabat pemerintahan, BUMN, hingga kepala daerah umumnya pernah mengikuti pendidikan di lembaga tersebut.

Melalui model serupa, pemerintah berharap calon pemimpin Indonesia memiliki kemampuan teknis dan wawasan kebangsaan yang kuat.

>>> NextPrime Manfaatkan 'Marselino Effect' untuk Dorong Perawatan Diri Pria

"Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan teknis maupun wawasan kebangsaan. Kita ini menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Prasetyo.