Sharon Osbourne menandai satu tahun kepergian ikon heavy metal Ozzy Osbourne pada Rabu, 22 Juli 2026.

Ia mendorong para penggemar di kampung halaman Ozzy, Birmingham, untuk menghormati sang legenda dengan memutar musiknya dengan volume maksimal.

>>> Anggaran Pertahanan AS Capai Rekor Tertinggi di Tengah Konflik

Berbicara dalam perayaan Ozzy Day perdana di Birmingham, sang janda mengenang mantan vokalis Black Sabbath yang meninggal pada 22 Juli 2025 di usia 76 tahun.

Ozzy telah lama berjuang melawan komplikasi kesehatan, termasuk diagnosis Parkinson pada 2019.

Sharon mengatakan kepada BBC Radio WM bahwa ia ingin orang-orang mengingat betapa lucunya Ozzy. "Dia lucu, karismatik, dan nyata," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan keinginan mendiang suaminya tentang bagaimana ia ingin dikenang. "Seperti kata Ozzy, 'jika kalian ingin mengingatku, putarlah musik dengan keras, sekencang mungkin, dan headbanglah'," kenang Sharon.

Penghormatan ini bertepatan dengan berbagai acara komunitas gratis di Birmingham.

Ozzy, yang lahir di Aston, menggelar pertunjukan terakhirnya di Villa Park dalam konser amal perpisahan kurang dari tiga minggu sebelum kematiannya.

Kenangan akan Keaslian Ozzy

Sharon menekankan bahwa Ozzy adalah pribadi yang autentik. "Ia tidak pernah berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya, dan ia selalu berkata jujur tentang segalanya.

Anda tahu posisi Anda dengannya," tuturnya.

Rasa humor Ozzy kerap meredakan konflik rumah tangga mereka.

"Kami bisa bertengkar hebat, tapi akhirnya tertawa karena ia mengatakan sesuatu yang konyol hingga kami terpingkal-pingkal," kata Sharon.

>>> Tony Iommi Kenang Ozzy Osbourne Setahun Setelah Kepergiannya

Hasil konser terakhir Ozzy disumbangkan untuk amal, termasuk Cure Parkinson's, Acorns Children's Hospice, dan Birmingham Children's Hospital. Sharon menegaskan dukungan amal itu akan terus berlanjut.