Namun, baru sekitar 30 lembaga yang berhasil teridentifikasi oleh kantor pendidikan kota.

Pejabat pendidikan kini menindaklanjutinya dengan melakukan inspeksi langsung secara rutin. Otoritas setempat juga membuka peluang untuk membawa pelanggaran berat ke ranah penyelidikan pidana.

Pemerintah mengandalkan pusat pelaporan pendidikan ilegal serta berencana menaikkan insentif bagi masyarakat yang melapor. Namun, langkah-langkah tersebut dinilai belum memadai oleh Chae Su-ji.

Ia meminta adanya pengawasan struktural yang jauh lebih komprehensif. Terlebih, wilayah Seoul memiliki lebih dari 25.000 akademi dan lembaga bimbingan belajar.

>>> Kementerian ESDM Wajibkan Pencampuran Bioetanol 5% Mulai Juli 2026

"Pemulihan kepercayaan terhadap pendidikan umum harus berjalan seiring dengan pembentukan sistem komprehensif untuk memantau dan mengatur institusi di luar kerangka formal," kata Su-ji.