Status Akademik Puluhan Ribu Siswa Sekolah Internasional di Korsel Terancam
Nasib buruk menimpa puluhan ribu siswa sekolah internasional di Korea Selatan. Status akademik mereka terancam hilang setelah tempat menempuh pendidikan tersebut diketahui beroperasi tanpa izin resmi.
Persoalan institusi ilegal ini telah mengemuka sejak tahun 2024.
>>> Bukan Telur, Ini Menu Sarapan yang Memicu Kolesterol Tinggi
Pihak otoritas pendidikan di Korea Selatan memperkirakan terdapat sekitar 130 lembaga serupa yang berjalan secara nasional tanpa adanya persetujuan dari pemerintah.
Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 26.000 orang siswa.
Salah satu contoh kasus terjadi pada sekolah internasional tidak terakreditasi di Gangnam-gu, Seoul, yang secara mendadak menghentikan operasionalnya.
Akibat penutupan sepihak itu, para siswa tidak dapat pindah ke lembaga pendidikan lain. Selain itu, status akademik mereka juga menjadi tidak diakui.
Berdasarkan regulasi yang berlaku di Korea Selatan, institusi-institusi tersebut sebenarnya diklasifikasikan sebagai akademi swasta. Pengelola umumnya belum mengantongi persetujuan dari Kementerian Pendidikan atau kantor pendidikan wilayah setempat.
Meskipun demikian, pengelola gencar memasarkan diri sebagai sekolah bergaya Amerika atau Inggris.
Mereka menawarkan program persiapan SAT, AP, hingga IB demi menarik minat keluarga asing dan warga lokal yang mengincar universitas di luar negeri.
Hingga tahun 2026, tercatat baru ada tujuh institusi pendidikan asing serta empat sekolah internasional di Jeju yang memegang status resmi.
Legalitas tersebut mengacu pada undang-undang pendidikan Korea Selatan.
Lembaga yang tersisa beroperasi dengan status hukum yang tidak jelas.
Mereka memungut biaya sekolah yang tinggi, ditambah beban biaya pendaftaran, pembangunan, hingga sumbangan yang berpotensi melanggar aturan akademi swasta.
Dampak Hukum dan Ijazah Tidak Diakui
Lulusan dari institusi tanpa izin ini tidak diakui secara hukum sebagai lulusan SMP maupun SMA di Korea Selatan.
Update Terbaru
Calon Suami Ragukan Penculikan Jesslyn Wijaya, Akui Hubungan dengan Keluarga Tak Harmonis
Kamis / 23-07-2026, 03:41 WIB
Iran Diam-diam Kirim Pasukan Garda Revolusi ke Yaman, AS Tuding
Kamis / 23-07-2026, 03:40 WIB
Sudaryono Janji Hapus 'Rapat di Bawah Meja' di BGN: Indonesia Cerah, Tak Perlu Gelap-gelapan
Kamis / 23-07-2026, 03:37 WIB
Iran Ancam Blokir Ekspor Minyak Negara Timur Tengah Jika Perang dengan AS
Kamis / 23-07-2026, 03:36 WIB
Oppo Find X10 Series Bocor: Desain Kamera Baru dan Model Pro Max
Kamis / 23-07-2026, 03:36 WIB
Pria di Florida Gugat OpenAI, Klaim ChatGPT Hampir Membunuhnya dengan Saran Medis Berbahaya
Kamis / 23-07-2026, 03:14 WIB
Anbernic Rilis GBA SP Clone Baru Tanpa Thumbstick, Fokus pada Nostalgia Murni
Kamis / 23-07-2026, 03:14 WIB
Kode Anime Expeditions Juli 2026: Dapatkan Reroll Gratis, Permata, dan Lainnya
Kamis / 23-07-2026, 03:14 WIB
Putusan Pengadilan AS Lindungi Sementara Izin Kerja Penerima TPS
Kamis / 23-07-2026, 03:14 WIB
Crunchyroll Tambahkan Film Baru Assassination Classroom
Kamis / 23-07-2026, 03:11 WIB
Militer AS Hadapi Defisit Anggaran di Tengah Konflik dengan Iran
Kamis / 23-07-2026, 03:11 WIB
Napheesa Collier Kembali ke Minnesota Lynx Usai Operasi Pergelangan Kaki
Kamis / 23-07-2026, 03:10 WIB
Secret Service: Ancaman terhadap Pejabat AS Capai Rekor Tertinggi
Kamis / 23-07-2026, 03:08 WIB
Wabah Sickness Bug Landa Skuad West Ham Sebelum Laga Uji Coba
Kamis / 23-07-2026, 03:07 WIB







