Trump Teken Perintah Eksekutif AI: Pengembang Wajib Serahkan Model Baru untuk Uji Keamanan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menandatangani perintah eksekutif yang mengatur akses awal model kecerdasan buatan (AI) ke pemerintah.
Kebijakan ini mewajibkan pengembang AI untuk menyediakan akses pengujian selama 30 hari sebelum peluncuran publik.
>>> Google Rilis Fitur Fake Call Detection untuk Tangkal Penipuan AI
Langkah ini bertujuan memberikan waktu bagi otoritas federal untuk menilai potensi risiko keamanan siber dari model AI baru.
Evaluasi difokuskan pada kemampuan sistem dalam menghadapi ancaman siber.
Meski bersifat sukarela, perusahaan yang berpartisipasi diminta menyerahkan akses awal untuk ditinjau.
Dalam perintah tersebut ditekankan bahwa aturan ini tidak memberikan kewenangan pemerintah untuk mewajibkan lisensi atau izin khusus bagi pengembangan dan distribusi model AI.
>>> ASUS dan ROG Luncurkan Monitor Premium Terbaru di Computex 2026
Trump juga menginstruksikan Departemen Pertahanan AS untuk memprioritaskan perlindungan sistem informasi dari ancaman siber yang semakin kompleks. Regulasi ini muncul di tengah persaingan ketat antarperusahaan teknologi AS.
IPO dan Valuasi Perusahaan AI Menguat
Sehari sebelum pengumuman, Anthropic – pengembang chatbot Claude – mengonfirmasi pengajuan dokumen rahasia untuk IPO ke SEC. OpenAI juga dikabarkan bersiap melantai di bursa untuk memperkuat modal.
Di sisi lain, SpaceX melalui laboratorium SpaceXAI diproyeksikan menjadi perusahaan AI pertama dengan valuasi triliunan dolar. Sektor teknologi digital menjadi yang paling diuntungkan dari adopsi AI masif.
Para pemodal besar dan raksasa teknologi aktif memengaruhi kebijakan AI di Gedung Putih.
>>> Google Luncurkan Gemini Go untuk Ponsel Android Spesifikasi Rendah
Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan investor David Sacks dilaporkan sempat menyampaikan keberatan atas draf awal kebijakan tersebut bulan lalu.
Update Terbaru
Dota 2 Patch 7.41 Resmi Hapus Facets, Meta 2026 Berubah Total
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Ariston Andris 3: Solusi Cerdas Ubah Kamar Mandi Jadi Personal Sanctuary
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Minat Mobil MPV Bekas Meningkat Jelang Libur Sekolah 2026
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Bapenda DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan, Berlaku Juni-Agustus 2026
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Lineage W SEA Resmi Rilis, Kode Redeem Juni 2026 Bisa Diklaim
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Dee Lestari Ungkap Cinta Baru: Tiga Kucing Sudah Cukup
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Fabiola Elizabeth: Bukti Nyata Kejahatan Digital Lintas Benua
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Microsoft Surface RTX Spark Dev Box: Mini PC AI Pesaing Mac Studio
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
BYD Atto 1 Varian STD Resmi Meluncur, Harga di Bawah Rp200 Juta
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
KNKT Nyatakan Taksi GSM Tidak Bersalah dalam Kecelakaan KRL Bekasi Timur
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
BRIN Buka Pendaftaran Magang S1 dan Beasiswa S2-S3 2026, Fokus pada Semikonduktor
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Hyundai Siapkan Ioniq V, Sedan Listrik Fastback untuk Pasar China
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Jadwal dan Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB
Keluarga Glazer Dikabarkan Siap Lepas Seluruh Saham Manchester United
Kamis / 04-06-2026, 16:23 WIB






