Sebagai bank sentral, BI memiliki keahlian dan instrumen yang diperlukan untuk merespons dinamika pasar valuta asing.

>>> 5 Tanda Produksi Kolagen Kulit Menurun, Ini Gejala Terbaru yang Banyak Dicari 2026

Purbaya memilih untuk menyerahkan sepenuhnya strategi intervensi dan pengendalian kurs kepada otoritas moneter tersebut.

Ia percaya bahwa sinergi antarlembaga akan membantu meredam tekanan yang ada saat ini.

Pihaknya juga menyoroti banyaknya rumor tidak akurat yang beredar di pasar, yang berdampak pada sentimen negatif terhadap rupiah.

Salah satu isu yang dibantah adalah kabar mengenai perintah pemerintah kepada perbankan untuk melakukan uji ketahanan atau stress test.

Purbaya mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan perbankan untuk mensimulasikan kondisi jika rupiah menembus angka di atas Rp18.000.

Isu-isu miring semacam inilah yang menurutnya memperburuk persepsi pasar terhadap mata uang domestik.

Ringkasan Data Nilai Tukar Rupiah

Berikut adalah ringkasan pergerakan nilai tukar rupiah berdasarkan data penutupan pasar terbaru:

  • Posisi Penutupan: Rp17.966 per dolar AS
  • Penurunan Poin: 128 Poin
  • Persentase Pelemahan: 0,71 Persen
  • Waktu Perdagangan: Rabu, 3 Juni 2026

Data di atas menunjukkan tekanan yang dialami rupiah pada perdagangan sore hari tersebut dibandingkan posisi pada penutupan sebelumnya.

Pemerintah terus memantau pergerakan ini sambil memperkuat fundamental ekonomi nasional.

Purbaya menyatakan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memastikan fondasi ekonomi tetap kokoh agar pertumbuhan dapat terakselerasi lebih cepat.

>>> 5,5 Juta ASN dan Pensiunan Terima Gaji ke-13 2026, Langsung Masuk Rekening

Ia meyakini bahwa dalam jangka panjang, nilai tukar rupiah akan kembali pada titik keseimbangan yang mencerminkan kekuatan ekonomi riil Indonesia.