Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp3,2 triliun pada tahun anggaran 2026.

Langkah ini diambil untuk mengamankan kelanjutan konstruksi tahap kedua di tengah volatilitas nilai tukar rupiah.

>>> Real Madrid Denda Valverde dan Tchouameni Usai Bentrok Fisik

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyampaikan usulan tersebut pada Kamis (12/6/2026). Menurutnya, tambahan dana diperlukan untuk memenuhi target pembangunan IKN hingga tahun 2028.

Fluktuasi kurs rupiah menjadi perhatian utama.

Mata uang rupiah sempat menyentuh level terendah Rp18.049 per dolar AS pada 4 Juni 2026, sebelum ditutup menguat ke posisi Rp17.865 per dolar AS.

Meski demikian, Basuki memastikan pembangunan fisik megaproyek belum terganggu. "Belum ada keputusan eskalasi harganya, kami ikut aja," ujarnya.

Pihak otoritas terus memantau rantai pasok material bangunan dan keluhan kontraktor. Hingga saat ini, belum ada instruksi revisi Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Tambahan Anggaran untuk Tahun 2027

Selain tambahan untuk tahun berjalan, OIKN juga membidik tambahan pagu anggaran Rp15,5 triliun untuk tahun anggaran 2027.

>>> Real Madrid Bidik Enzo Fernandez Usai Sepakati Transfer Bernardo Silva

Hal ini demi kelancaran proyek tahun jamak.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi anggaran total Rp48,8 triliun untuk pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif periode 2025-2028.

Dana tersebut dibagi dalam tiga tahapan kontrak.

Tahap pertama berupa infrastruktur dasar senilai Rp3,7 triliun telah rampung 100 persen pada akhir 2025.

Saat ini, pengerjaan berfokus pada tahap kedua senilai Rp20 triliun untuk klaster perkantoran dan infrastruktur pengairan.

Tahap ketiga senilai Rp17,2 triliun akan dialokasikan untuk hunian vertikal dan rumah tapak.

>>> Alvaro Arbeloa Kehilangan Dukungan Pemain Real Madrid Jelang El Clasico

Dengan tambahan anggaran yang diusulkan, OIKN berharap konstruksi tahap kedua dapat berjalan lancar meskipun ada tekanan nilai tukar.