Nilai tukar rupiah menguat tajam setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), rupiah ditutup di posisi Rp17.870 per dolar AS, menguat 0,68 persen.

>>> Betrand Peto Buka Suara Saat Ruben Onsu Kembali Diserang, Singgung Sikap yang Ingin Terus Dipuji

Sepanjang pekan, rupiah mencatat penguatan 0,84 persen. Ini menjadi kinerja mingguan terbaik sejak Maret 2026, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,5 persen dinilai berhasil menstabilkan mata uang. Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menilai sinyal stabilisasi sudah cukup kuat.

Menurut Josua, jika rupiah bertahan di bawah Rp18.000 per dolar AS dan arus dana asing mulai kembali masuk, maka pilihan paling masuk akal adalah menahan BI Rate terlebih dahulu.

Peluang BI untuk mempertahankan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur mendatang diperkirakan mencapai 80 hingga 90 persen.

Namun, kenaikan 25 basis poin tetap mungkin jika rupiah kembali melemah ke atas Rp18.100 atau imbal hasil surat utang AS meningkat.

Josua menambahkan, level ideal saat ini adalah mempertahankan BI Rate di 5,50 persen.

>>> Harga Emas Antam 13 Juni 2026 Bertambah Rp 2.000 per Gram pada Perdagangan Pagi

Jika stabilitas rupiah masih rapuh, tambahan kenaikan maksimal 25 bps ke 5,75 persen masih dapat dipertimbangkan.

Kebijakan pengetatan yang terlalu agresif dikhawatirkan dapat membengkakkan biaya dana perbankan dan menghambat investasi nasional. Oleh karena itu, BI dituntut cermat memprioritaskan pertumbuhan ekonomi domestik.

Josua menekankan, dalam kondisi rupiah mulai menguat, BI sebaiknya tidak terburu-buru menaikkan suku bunga lagi hanya untuk mengejar penguatan jangka pendek.

Indikator kesehatan penguatan rupiah juga harus diukur dari stabilitas aliran modal asing pada instrumen jangka menengah dan panjang, bukan sekadar pemulihan pasar saham sesaat.

BI perlu menjaga daya tarik aset rupiah melalui instrumen pasar uang, intervensi valas yang terukur, dan komunikasi yang jelas.

>>> Tiga BUMN Tambang Bagikan Dividen Hasil Laba Bersih 2025

Suku bunga tidak harus terus dinaikkan, tetapi pesan kebijakan harus tetap tegas bahwa BI siap bertindak jika rupiah kembali tertekan.