PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 503 miliar sepanjang tahun 2025.

Angka ini naik 49,6 persen atau setara Rp 167 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 336 miliar.

>>> Toiran Gonzales Reidel Ditunjuk sebagai Pelatih Sementara Timnas Voli Putra

Meskipun laba bersih melonjak, pendapatan bersih perusahaan justru turun 3 persen year-on-year menjadi Rp 3,74 triliun pada 2025.

Pendapatan tersebut berasal dari PT Bakrie Metal Industries Group sebesar Rp 2,2 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Group Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure Group Rp 464,21 miliar.

Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N.

Bakrie, menyatakan kinerja positif ini diraih di tengah ketegangan geopolitik, volatilitas pasar energi, gangguan rantai pasokan, dan perlambatan pertumbuhan global.

Manajemen optimistis mempertahankan pertumbuhan dan stabilitas usaha ke depan.

Anindya mengatakan perseroan akan fokus menggarap lini infrastruktur fisik dan digital, serta mengembangkan industri berkelanjutan di bidang kendaraan listrik dan energi hijau.

Di sektor infrastruktur fisik, anak usaha PT Cimanggis Cibitung Tollways mengelola jalan tol sepanjang 26,184 kilometer hingga 2061.

Wakil Direktur Utama & Co-CEO BNBR, A.

Ardiansyah Bakrie, mengungkapkan pendapatan rata-rata CCT saat ini Rp 2,3 miliar per hari, lebih tinggi 4,87 persen dari target RKAP.

>>> TVRI Gandeng Telkomsel dan Folago untuk Live Streaming Piala Dunia 2026

Angka ini diproyeksikan terus meningkat seiring proyeksi traffic dan rencana kenaikan tarif pada 2026.

Ekspansi digital dilakukan melalui PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) dengan fokus pembangunan jaringan serat optik lebih dari 8.000 kilometer di Indonesia.