Anomali Medan Magnet Bumi Melemah Cepat di Atlantik Selatan

Perisai magnet pelindung Bumi mengalami penurunan kekuatan yang signifikan di kawasan Atlantik Selatan.
Zona pelemahan ini terletak di lepas pantai Amerika Selatan serta membentang di antara wilayah Brasil dan bagian selatan Afrika.
>>> Klaim Viral Robot Gestasi Rp 221 Juta Ungkap Batasan Sains Rahim Buatan
Penurunan medan pelindung ini terjadi karena geometri magnetosfer Bumi yang khas.
Sabuk radiasi Van Allen bagian dalam berada lebih dekat dengan permukaan planet di Belahan Bumi Selatan.
Kondisi tersebut dipicu oleh adanya pergeseran antara sumbu geografis dan sumbu magnetik Bumi.
Tingkat radiasi atmosfer di atas kawasan Atlantik Selatan tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan Belahan Bumi Utara.
Para ahli geofisika telah memantau fitur magnetik unik ini sejak abad ke-19 secara berkala.
Pemantauan berbasis orbit yang dilakukan baru-baru ini berhasil mengungkap kecepatan perubahan di wilayah tersebut.
Pemantauan Satelit Swarm Ungkap Perluasan Cepat
Badan Antariksa Eropa meluncurkan tiga satelit konstelasi Swarm pada November 2013.
>>> Pengaruh Mutasi Genetik Jelaskan Fenomena Perokok Bebas Kanker
Satelit ini mulai mengumpulkan pengukuran dasar pada 2014 untuk memetakan sinyal magnetik Bumi.
Anomali magnetik tersebut meluas seluas hampir separuh permukaan daratan Amerika Serikat antara 2014 hingga 2025.
Wilayah anomali ini bergeser ke arah barat sementara pusat kelemahan baru muncul dekat Afrika Selatan.
Chris Finlay selaku peneliti geomagnetisme dari Universitas Teknik Denmark menyampaikan laju pelemahan medan meningkat setelah 2020.
Para peneliti mendeteksi adanya tambalan fluks terbalik pada batas inti mantel sekitar 1.800 mil di bawah kerak bumi.
Garis medan magnetik di lokasi tersebut menembus kembali ke inti luar Bumi alih-alih mengalir keluar.
Update Terbaru
Kasus Hibah Jatim: Anggota DPR Anwar Sadad Terseret Dugaan Suap Miliaran
Rabu / 29-07-2026, 00:07 WIB
Petugas Jinakkan Kobaran Api yang Melanda Permukiman Kebayoran Lama
Rabu / 29-07-2026, 00:07 WIB
Resmi Ditetapkan, Inilah 25 Situs Warisan Dunia UNESCO 2026
Rabu / 29-07-2026, 00:07 WIB
Kehadiran Danantara di KSSK Sesuai Aturan Tanpa Hak Mengambil Keputusan
Rabu / 29-07-2026, 00:07 WIB
Gempa M 7,1 Hantam Selatan Jepang, Kereta Terguling hingga Kuil Rusak
Rabu / 29-07-2026, 00:01 WIB
Shin Tae-yong Rombak Skuad Persija Hadapi Juara Bertahan Port FC
Rabu / 29-07-2026, 00:01 WIB
Strategi Pengamanan Nataru 2026 Mulai Dibahas Korlantas Bersama ASDP
Rabu / 29-07-2026, 00:00 WIB
Rumah Inspirasi Aceh Tamiang Diresmikan untuk Putus Kemiskinan
Selasa / 28-07-2026, 23:58 WIB
Respons Polemik Londo Ireng, Qodari Tegaskan Pemerintah Fokus Swasembada Pangan
Selasa / 28-07-2026, 23:57 WIB
Maung Bandung Amankan Tiket Semifinal Usai Taklukkan DPMM FC
Selasa / 28-07-2026, 23:57 WIB
Australia Alirkan Dana Studi Kelayakan Proyek Kilang Minyak Perdana
Selasa / 28-07-2026, 23:56 WIB
Pemerintah Irak Usut Tuntas Asal Usul Drone Penyerang Saudi
Selasa / 28-07-2026, 23:49 WIB
Pentingnya Skin Barrier untuk Melindungi Kulit Bayi yang Tipis
Selasa / 28-07-2026, 23:49 WIB
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Perkasa Hantam Laos Empat Gol Tanpa Balas
Selasa / 28-07-2026, 23:49 WIB







