Laporan daring sempat menyebutkan kehadiran sebuah perangkat robot gestasi yang diklaim mampu membawa janin selama kehamilan sepuluh bulan.

Klaim tersebut mengaitkan desain mesin itu dengan peneliti bernama Zhang Qifeng dari perusahaan bernama Kaiwa Technology di Beijing pada pertengahan tahun 2025.

>>> Pengaruh Mutasi Genetik Jelaskan Fenomena Perokok Bebas Kanker

Namun, investigasi dari lembaga pemeriksa fakta Snopes menemukan bahwa tidak ada catatan mengenai perusahaan maupun peneliti tersebut di lokasi acara.

Media pemerintah Tiongkok juga melaporkan tidak adanya registrasi perusahaan atau paten ilmiah yang sesuai dengan bisnis yang dimaksud.

Perangkat kontroversial itu disebut membawa label harga senilai 13.900 dolar AS atau setara dengan sekitar 14.000 dolar AS.

Biaya murah tersebut langsung memicu kecurigaan besar di kalangan pakar robotika serta para jurnalis medis.

Fakta Asli Riset Ektogenesis

Meskipun robot gestasi humanoid tersebut terbukti palsu, para peneliti di berbagai laboratorium tetap melanjutkan pengembangan teknologi ektogenesis yang asli.

Pada tahun 2017, tim peneliti di Rumah Sakit Anak Philadelphia menciptakan wadah berisi cairan bernama Biobag.

Dipimpin oleh ahli bedah janin Alan Flake, tim tersebut berhasil merawat domba prematur selama empat minggu di dalam wadah khusus.

>>> Apple Upgrade Leasing Program Resmi Meluncur di Amerika Serikat

Sistem ini menyuplai cairan amnion sintetik, oksigen, serta nutrisi penting tanpa menggunakan pompa mekanis.

Hasil riset tersebut kemudian dipublikasikan secara resmi melalui jurnal ilmiah Nature Communications.

Pada tahun 2022, para insinyur dari Institut Teknik Biomedis dan Teknologi Suzhou di Tiongkok merancang sistem pemantauan otomatis untuk kultur embrio.

Menulis di Journal of Biomedical Engineering, tim tersebut merinci platform kecerdasan buatan yang memantau embrio tikus di dalam ruang cairan.