Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Kurangi Tekanan Kompensasi Energi
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dinilai dapat membantu mengurangi tekanan kompensasi energi yang selama ini membebani keuangan negara.
Namun, kebijakan tersebut juga berpotensi memicu perpindahan konsumen ke Pertalite yang pada akhirnya dapat menambah risiko fiskal baru.
>>> Pegadaian Resmi Bergabung sebagai Pemegang Rekening KSEI untuk Luncurkan ETF Emas
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan kenaikan harga Pertamax membuat selisih antara harga jual dan harga keekonomian menjadi lebih sempit.
Dengan demikian, beban kompensasi yang harus ditanggung Pertamina maupun pemerintah dapat berkurang.
"Dengan harga Pertamax dinaikkan ke Rp 16.250 per liter, selisih terhadap harga keekonomian menyempit, sehingga beban kompensasi dari Pertamax menjadi lebih ringan.
Dari sisi ini, kebijakan tersebut memberi ruang fiskal dan memberi sinyal bahwa pemerintah mulai menyesuaikan harga energi secara lebih realistis," ujar Josua kepada Kontan.
co. id, Jumat (12/2026).
Meski demikian, ia menilai tantangan terbesar justru muncul dari kemungkinan perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite.
Selisih harga kedua jenis BBM yang kini mencapai Rp 6.250 per liter dinilai cukup besar untuk mendorong konsumen, khususnya kelompok kelas menengah, mencari alternatif yang lebih murah.
Menurut Josua, peningkatan konsumsi Pertalite berpotensi terjadi meskipun pemerintah tidak menambah kuota BBM subsidi tersebut.
Kondisi itu dapat memunculkan tekanan di lapangan berupa kelangkaan pasokan, antrean di SPBU, hingga tuntutan untuk meningkatkan kuota subsidi di masa mendatang.
"Risiko fiskalnya tidak langsung muncul dari perubahan aturan kuota, tetapi dari tekanan di lapangan yang kemudian bisa mendorong kelangkaan, antrean, penyaluran yang tidak tepat sasaran, atau tekanan politik agar kuota dinaikkan di kemudian hari," katanya.
Update Terbaru
Samsung Galaxy A27 5G Resmi Meluncur, Bawa Layar AMOLED 120Hz dan Kamera OIS 50MP
Jumat / 12-06-2026, 21:01 WIB
4 Pilihan Laptop Terbaik 2026 untuk Berbagai Kebutuhan
Jumat / 12-06-2026, 21:01 WIB
Pertamina Pasang PLTS di Kapal OB Patra 2303 untuk Tekan Emisi Karbon Sektor Maritim
Jumat / 12-06-2026, 21:00 WIB
IHSG Pekan Depan Diproyeksi Bergerak pada Rentang 5.900 Hingga 6.220
Jumat / 12-06-2026, 21:00 WIB
Genesis Magma GT Concept Makin Dekat ke Produksi, Versi GT3 Juga Muncul
Jumat / 12-06-2026, 20:57 WIB
Dokter di Pakistan Angkat Kembar Parasit dari Dada Bocah Lima Tahun
Jumat / 12-06-2026, 20:56 WIB
PT IWIP Resmikan Sanctuary Park 11 Hektar di Halmahera Tengah
Jumat / 12-06-2026, 20:56 WIB
QJMOTOR Hadiahi Pembeli Motor Liburan Gratis ke China
Jumat / 12-06-2026, 20:56 WIB
Korea Selatan Balikkan Keadaan, Tekuk Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:56 WIB
Amazon Smartchoice Days: Diskon Laptop, Tablet, dan Elektronik Lainnya
Jumat / 12-06-2026, 20:52 WIB
RMK Energy Targetkan Penjualan Batu Bara 3,8 Juta Ton pada 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:52 WIB
Internet BAKTI Komdigi Jaga Pelayanan Publik di Kampung Payung Payung
Jumat / 12-06-2026, 20:52 WIB
John Slover Soroti Pentingnya Pendidikan Luar Negeri untuk Karier Global
Jumat / 12-06-2026, 20:48 WIB
Pemerintah Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95
Jumat / 12-06-2026, 20:46 WIB






