PT Pegadaian resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Langkah ini dilakukan untuk menerapkan Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada semester II tahun 2026 di pasar modal Indonesia.

>>> 7 Doa Penenang Hati dan Pikiran dalam Islam untuk Hadapi Kecemasan

Kesepakatan tersebut diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Main Hall Bursa Efek Indonesia pada Jumat (12/6).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti, disaksikan perwakilan OJK dan direksi otoritas bursa.

Peran Pegadaian dalam Ekosistem Bullion

Melalui kerja sama ini, Pegadaian sebagai institusi penyedia dan penyimpan emas berizin bullion dari OJK memperoleh wewenang mencatat EGR langsung ke sistem C-BEST milik KSEI.

Langkah ini menjadi respons nyata memperkuat ekosistem Bullion Bank di Indonesia melalui inovasi instrumen keuangan berbasis emas.

Selfie Dewiyanti menyatakan sinergi ini merupakan langkah strategis memperkuat tata kelola keamanan pencatatan aset investasi dan menyiapkan infrastruktur bagi ekosistem bullion Indonesia.

>>> Guru IPS Ciptakan Bel Sekolah Otomatis Berbasis AI, Solusi Digital Mandiri

Pegadaian berkomitmen memberikan jaminan transparansi bahwa setiap gram emas digital didukung fisik emas nyata di brankas.

Bergabungnya Pegadaian menambah total Pemegang Rekening KSEI menjadi 124 instansi.

Samsul Hidayat mengatakan langkah ini relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF Emas sebagai perluasan pilihan produk investasi pasar modal Indonesia.

Secara teknis, kemitraan ini berlandaskan Surat Keputusan Direksi KSEI Nomor KEP-0014/DIR/KSEI/0224 untuk mempercepat pemindahbukuan dan rekonsiliasi antara catatan elektronik dengan emas fisik secara berkala.

Selain mendukung ETF Emas, peran Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI juga memungkinkan ETF Emas dijadikan agunan melalui produk Pegadaian Gadai Efek yang telah melayani segmen retail dan institusi sejak 2019.

>>> Bea Cukai Uji Coba Sistem Pemantauan Produksi Rokok Otomatis

Inovasi ini diperkuat performa investasi emas yang mencatat pertumbuhan 56,7 persen dalam Rupiah sepanjang 2025, serta jumlah investor pasar modal mencapai 28,19 juta per 8 Juni 2026.