Menurutnya, perbedaan harga yang ekstrem akan menciptakan distorsi perilaku konsumen dan memperbesar potensi perpindahan ke BBM subsidi.

Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah dan Pertamina dapat menyiapkan berbagai insentif bagi pengguna Pertamax, seperti program loyalitas, promosi terbatas, edukasi risiko penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi mesin, serta jaminan kualitas dan ketersediaan Pertamax.

Di sisi lain, Josua menilai dukungan kepada pelaku UMKM dan sektor transportasi sebaiknya dilakukan melalui bantuan yang lebih terarah, seperti melalui bantuan langsung, subsidi ongkos angkut terbatas, atau insentif logistik, bukan dengan mempertahankan harga BBM murah untuk semua orang.

"Dengan cara ini, APBN bisa melindungi kelompok rentan tanpa memberi subsidi besar kepada kelompok mampu.

>>> Guru IPS Ciptakan Bel Sekolah Otomatis Berbasis AI, Solusi Digital Mandiri

Pola bantuan langsung lebih sehat dibanding subsidi barang yang rawan bocor dan sulit dikendalikan," pungkasnya.