Iran telah memulihkan sebagian akses ke situs rudal bawah tanahnya meskipun mendapat serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Negara itu dikabarkan siap melancarkan lebih banyak serangan rudal jarak jauh ke Israel dan negara lain di Timur Tengah.

>>> Gaji ke-13 PNS 2026 Cair Hari Ini, Cek Rinciannya Langsung Masuk Rekening

Gambar satelit yang dianalisis CNN menunjukkan Iran menggunakan alat sederhana seperti buldoser dan truk untuk memulihkan akses ke gudang rudalnya.

Serangan sebelumnya telah merusak jalan dan pintu masuk terowongan.

Sam Lair, peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies, mengatakan Iran masih bisa meluncurkan rudal selama memiliki peluncur dan kru, meski produksi rudalnya berhenti.

Iran kini menghadapi risiko besar saat menggali kembali akses ke terowongan, karena serangan sering menargetkan peralatan yang digunakan.

Sejak gencatan senjata, Iran mempercepat upaya membuka kembali pangkalan dan terowongan rudal yang rusak.

CNN melaporkan bahwa Iran telah membuka kembali 50 dari 69 pintu masuk terowongan yang sebelumnya dihancurkan di 18 fasilitas rudal bawah tanah.

Iran juga memperbaiki bagian pangkalan lainnya, termasuk jalan yang telah diaspal kembali.

Tujuan Utama Konflik

Presiden Donald Trump berkali-kali menegaskan bahwa persenjataan rudal Iran adalah alasan utama perang ini.

Iran telah membangun jaringan pangkalan rudal bawah tanah selama lebih dari 20 tahun untuk melindungi rudal dan peluncurnya.

Fasilitas ini terletak sangat dalam, beberapa ratus meter di bawah tanah, sehingga sulit diserang langsung.

>>> Kisah Cho Wi-je: Dari Kasta Kedua ke Piala Dunia 2026, Kejutan Baru Timnas Korea Selatan

Di minggu awal konflik, serangan lebih difokuskan pada pintu masuk pangkalan serta mencari dan menghancurkan peluncur. Strategi ini berhasil membatasi kemampuan Iran menembakkan rudal secara signifikan.