Patch StarCraft 2 Bawa Perubahan Terbesar Sejak 2015, Penggemar Terkejut

Blizzard merilis patch baru untuk StarCraft 2 yang langsung menghebohkan komunitas pemain.
Perubahan utama terletak pada pengurangan biaya Command Center, markas utama pasukan Terran, dari 400 menjadi 300 mineral.
>>> Todd Howard Akui PHK di Bethesda Sangat Berat: Fokus pada Waralaba Unggulan
Penyesuaian ini disebut sebagai perubahan paling signifikan sejak ekspansi Legacy of the Void pada 2015. YouTuber StarCraft 2, Harstem, dalam videonya menyebut buff ini sangat besar bagi Terran.
Menurutnya, pengurangan biaya akan berdampak pada tahap awal, tengah, dan akhir pertandingan.
Command Center kini menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan Supply Depot yang hanya memberikan 15 supply dengan harga 100 mineral.
Reaksi penggemar di Reddit pun beragam. Seorang pengguna berkomentar, "Mungkin ini cara memperbaiki ekonomi awal Terran, tetapi ultra late game akan semakin rusak."
Pengguna lain bertanya, "Apa yang mereka lakukan di Anaheim?"
>>> Teaser Video Serial Live-Action A Bona Fide Killer Rilis, Angkat Webtoon Populer
Banyak yang menduga perubahan ini adalah kesalahan dan akan segera dikembalikan. Seorang pemain menyarankan untuk memanfaatkannya selagi masih ada.
"Itu 100% akan dikembalikan. Manfaatkan selagi bisa!"
tulisnya.
Blizzard menyatakan bahwa perubahan didasarkan pada data dan masukan pemain. Patch ini juga mencakup penyesuaian lain untuk Proton dan Terran melawan Zerg.
Namun, perubahan Command Center menjadi sorotan utama.
>>> Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031
Belum ada pernyataan resmi apakah perubahan ini akan permanen. Komunitas masih menunggu langkah selanjutnya dari Blizzard.
Update Terbaru
Indonesia Resmi Punya Radar GCI Pertama, Jangkauan Deteksi Capai 515 Kilometer
Jumat / 17-07-2026, 23:42 WIB
Prabowo Bocorkan Indonesia Segera Luncurkan Kendaraan Listrik Nasional
Jumat / 17-07-2026, 23:42 WIB
Indonesia Terima Enam Jet Latih T-50i Tambahan dari Korea Selatan
Jumat / 17-07-2026, 23:38 WIB
Indonesia Jadi Pendiri WAICO, Target Manfaat Ekonomi AI US$400 Miliar
Jumat / 17-07-2026, 23:38 WIB
Australia Pimpin Dunia dalam Tenaga Surya per Rumah Tangga, Bukan karena Sinar Matahari
Jumat / 17-07-2026, 23:38 WIB
Rosetta Miller-Perry, Tokoh Pers dan Aktivis HAM, Meninggal di Usia 91
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Kebakaran Semak di Dekat Campo Ancam Bangunan, Evakuasi Diperintahkan
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Adam Sandler Tanya Polisi Nantucket Tempat Main Basket
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Keamanan 'TODAY' Show Ditingkatkan Usai Insiden Penyusup
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Milania Giudice Tertawa di Mobil Polisi Usai Ditangkap karena Penganiayaan
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Kakak GloRilla Ingin Berdamai dengan Ibu, Bukan dengan Rapper
Jumat / 17-07-2026, 23:33 WIB
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Meksiko, Picu Peringatan Tsunami
Jumat / 17-07-2026, 23:33 WIB
Igor Tolic Legowo Lepas Frans Putros dari Persib Bandung
Jumat / 17-07-2026, 23:33 WIB
Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan
Jumat / 17-07-2026, 23:28 WIB







