Produser dan direktur Bethesda Game Studios, Todd Howard, angkat bicara mengenai gelombang PHK yang melanda perusahaannya.

Ia menyebut pemutusan hubungan kerja itu sebagai momen yang 'sangat berat' bagi dirinya dan rekan-rekannya.

>>> Teaser Video Serial Live-Action A Bona Fide Killer Rilis, Angkat Webtoon Populer

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Howard mengakui bahwa PHK yang terjadi sebagai bagian dari pemangkasan staf besar-besaran Microsoft sangat berdampak.

Beberapa karyawan yang dipecat bahkan telah bekerja di Bethesda selama 18 tahun, seperti Ray Lederer.

Howard mengatakan, 'Ini adalah ulang tahun ke-40 Bethesda, dan ada periode di mana kami mengalami perubahan.' Ia merujuk pada masa sulit di tahun 1990-an ketika studio hampir bangkrut.

Kini, Howard menegaskan, 'Kami mengalami perubahan agar kami bisa fokus pada waralaba dan apa yang perlu kami lakukan untuk memberikan yang terbaik bagi semua orang.'

Menurut laporan, Xbox mendorong Bethesda untuk berkonsentrasi pada judul-judul utama seperti The Elder Scrolls 6 dan Fallout 5.

Sementara itu, studio ZeniMax lainnya mengerjakan Doom, Quake, dan Wolfenstein.

>>> Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031

Howard juga berbicara kepada Windows Central tentang perasaannya secara pribadi. 'Saya sudah lama berkecimpung di industri ini.

Ketika Anda bekerja dengan orang-orang selama beberapa dekade, dan mereka tidak lagi di sini, itu sangat sulit secara pribadi dan sulit bagi tim kami,' ujarnya.

Wawancara ini muncul bersamaan dengan kabar bahwa Fallout 5 sedang dalam tahap praproduksi.

Selain itu, Fallout 3 dan Fallout: New Vegas akan mendapatkan remaster, dan Obsidian kembali menggarap seri RPG pasca-apokaliptik tersebut.

Namun, di tengah PHK di Bethesda dan Obsidian, serikat pekerja menilai langkah Microsoft ini sebagai upaya mengalihkan perhatian.

>>> Bayeux Tapestry Tiba di British Museum untuk Pameran Diplomasi Budaya

Para penggemar game pun kecewa dengan situasi di Xbox, di mana ribuan pengembang kehilangan pekerjaan.