Nintendo kembali menjadi sorotan positif di industri game setelah para pesaingnya menghadapi masa sulit.

Microsoft terus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), sementara Sony bersiap menghentikan rilis game fisik PlayStation pada 2028.

>>> Galaxy Z Flip 8 dan Fold 8 Bocor: Fitur Unggulan Terungkap

Di sisi lain, Nintendo justru menonjol karena komitmennya terhadap stabilitas karyawan dan pengembangan bakat jangka panjang. Pendekatan ini menuai pujian dari pemain dan pengamat industri.

Investasi Jangka Panjang pada Pengembang

Dalam sesi tanya jawab dengan investor baru-baru ini, Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa menjelaskan bagaimana perusahaan mengembangkan talenta dengan mendorong kolaborasi dan mempertahankan apa yang disebut "DNA Nintendo".

"Untuk menghadirkan hiburan unik dan ramah keluarga, kami menghargai DNA Nintendo yang terdiri dari orisinalitas, fleksibilitas, dan ketulusan," ujar Furukawa seperti dikutip dari laman resmi Nintendo.

Ia juga mencatat bahwa Nintendo terus memperluas tenaga kerja dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak.

Karyawan berpengalaman diminta mewariskan pengetahuan kepada staf baru.

Salah satu contohnya adalah desainer legendaris Shigeru Miyamoto yang masih aktif melatih karyawan baru.

Furukawa juga menekankan pentingnya kompensasi yang memadai agar pengembang bisa fokus berkarya tanpa khawatir soal keamanan kerja.

Nintendo telah menaikkan gaji karyawan sebesar 10% di Jepang pada 2023 dan kembali meningkat pada April 2026.

Filosofi yang Berakar pada Kepemimpinan Satoru Iwata

Sikap Nintendo saat ini sangat mencerminkan filosofi mantan presiden Satoru Iwata, yang dikenal mengutamakan karyawan di masa sulit.

>>> Patch StarCraft 2 Bawa Perubahan Terbesar Sejak 2015, Penggemar Terkejut

Dalam sesi tanya jawab dengan investor tahun 2013, Iwata menjelaskan mengapa PHK bisa merusak kreativitas.