Kurangnya keberagaman dalam film terbaru The Lord of the Rings, The Hunt for Gollum, menuai kritik.

Semua aktor yang diumumkan sejauh ini berkulit putih, termasuk Kate Winslet, Jamie Dornan, Anya Taylor-Joy, dan Leo Woodall.

>>> Andy Burnham Resmi Pimpin Partai Buruh, Hadapi Tantangan Besar

Sutradara Andy Serkis, yang juga memerankan Gollum, membela keputusan casting dengan merujuk pada kesetiaan terhadap karya J. R.

R. Tolkien.

Ia menyebut bahwa Shire terasa sangat putih karena pengaruh mitologi Nordik.

Ironisnya, Serkis baru saja merilis versi film Animal Farm yang mengubah akhir novel George Orwell menjadi lebih optimistis.

Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak selalu setia pada sumber asli.

Sebaliknya, serial The Rings of Power produksi Amazon pada 2022 sukses besar dengan 25 juta penonton global di hari pertama.

Serial itu justru menampilkan aktor dari berbagai latar belakang ras.

Ketidakhadiran aktor non-kulit putih dalam The Hunt for Gollum dianggap sebagai langkah mundur. Kritik ini muncul di tengah perdebatan tentang representasi rasial dalam adaptasi karya fantasi.

Elon Musk sebelumnya juga mengecam aktor Lupita Nyong'o yang memerankan Helen of Troy dalam film The Odyssey arahan Christopher Nolan.

Penolakan terhadap keberagaman ini disebut bagian dari gerakan anti-woke.

Pertanyaan tentang stereotip rasial dalam karya Tolkien sebenarnya sudah lama muncul. Perbedaan antara elf yang cantik dan orc yang gelap kerap dikaitkan dengan hierarki ras.

>>> 5 Sepeda Listrik Roda Tiga Aman dan Nyaman untuk Ibu-ibu

C. S.

Lewis pernah membela Tolkien dari tuduhan tersebut dalam ulasannya pada 1955. Namun, sikap terhadap inklusivitas telah berubah drastis sejak Tolkien menulis The Hobbit pada 1930.