Serangan merusak pangkalan dengan mengubur sebagian besar pintu masuk dan akses.

Sementara itu, AS dan Israel juga berusaha mengganggu rantai pasokan rudal Iran, dari pabrik kecil hingga fasilitas produksi besar.

Meski demikian, para ahli memperkirakan Iran masih memiliki sekitar 1.000 rudal di fasilitas bawah tanah yang relatif tidak rusak.

Timur Kadyshev, peneliti di Institute for Peace Research and Security Policy di Universitas Hamburg, mengatakan Iran telah mempersiapkan perang jenis ini selama 20 tahun.

Upaya Perbaikan Intensif

Untuk memperbaiki pangkalan, Iran menggunakan sejumlah besar peralatan konstruksi dan alat pemindah tanah. Gambar satelit menunjukkan kendaraan mengeruk puing-puing sementara truk jungkit menimbun kawah ledakan.

Di dekat Isfahan, serangan menargetkan empat pintu masuk terowongan, menyebabkan sedikitnya 18 kawah ledakan.

Di awal Mei, gambar satelit menunjukkan truk jungkit menutup kawah-kawah tersebut. Dua pintu masuk lainnya yang tertutup puing kini telah dibuka, dan jalan menuju lokasi sudah diaspal.

Serangan ke pabrik rudal Iran mungkin tidak mampu mencegah Teheran membangun kembali kapasitas produksinya.

>>> Chelsea Mundur dari Perburuan Ibrahima Konate, Gaji dan Bonus Jadi Kendala

Penilaian intelijen AS menunjukkan Iran tengah memulihkan kekuatan militer, termasuk produksi drone, serta mengganti peluncur rudal dan kapasitas produksi lainnya.