Bank sentral China (PBOC) membatasi kemampuan perbankan domestik meminjam dari luar negeri dan menetapkan batas maksimal kepemilikan saham investor asing untuk meredam gejolak harga.

Langkah ini efektif meminimalisir dampak negatif hot money dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Hingga kini, mata uang Yuan belum bisa dikonversi bebas di pasar internasional demi menjaga kedaulatan moneter.

PBOC menciptakan dua struktur pasar uang: pasar daratan (mainland) dan luar negeri (offshore), menghasilkan dua tingkat suku bunga berbeda, CNY untuk domestik dan CNH untuk transaksi internasional.

Berikut ringkasan perbedaan pendekatan kebijakan China dan Indonesia:

  • Arah transisi: China dari kontrol negara ke pasar (bertahap), Indonesia dari pasar bebas ke kontrol negara.
  • Rezim devisa: China pengendalian modal (capital control), Indonesia devisa bebas (free capital mobility).
  • Nilai tukar: China dijaga stabil oleh otoritas, Indonesia mengambang mengikuti pasar.
  • Pasar mata uang: China terbagi (mainland & offshore), Indonesia pasar tunggal terintegrasi global.

China lebih memilih mengorbankan kebebasan aliran modal demi stabilitas nilai tukar dan independensi kebijakan moneter mutlak.

Pelajaran Strategis untuk Ekonomi Indonesia

Pertanyaan besarnya adalah apa yang bisa dipelajari Indonesia dari keberhasilan model ekonomi China.

Indonesia perlu merumuskan opsi kebijakan yang mampu mencegah gejolak nilai tukar dan pasar saham saat menerapkan state capitalism.

Mitigasi terhadap peningkatan country risk premium menjadi krusial agar tidak terjadi pelarian modal besar-besaran.

Berdasarkan kerangka impossible trinity, Indonesia menghadapi tiga pilihan skenario kebijakan.

Pertama, menjaga stabilitas nilai tukar dan kebebasan arus modal namun mengorbankan independensi moneter, seperti negara Eropa Timur yang bergabung dengan mata uang Euro.

Kedua, mempertahankan kebebasan arus modal dan independensi moneter dengan risiko nilai tukar fluktuatif, seperti yang ditempuh Bank Indonesia saat ini.

Ketiga, menjaga stabilitas nilai tukar dan independensi moneter dengan membatasi arus modal secara ketat, seperti yang dilakukan PBOC.

Solusi terbaik bagi Indonesia agar state capitalism tidak memicu krisis adalah bergeser secara bertahap menuju capital control.

>>> 5 Beasiswa Pemda 2026: Kuliah Gratis S1-S3 dan Ikatan Dinas

Pembatasan arus modal secara gradual akan melindungi pasar keuangan dari dampak negatif sentimen perubahan kebijakan nasional.