PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat proyek pengembangan peron di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor.

Langkah ini diambil agar fasilitas tersebut siap mendukung rangkaian Commuter Line yang terdiri dari 12 kereta.

>>> Strategi Bangun Keamanan Finansial Gen Z dan Milenial 2026, Aman dan Tanpa Ribet

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan perpanjangan peron merupakan kebutuhan mendesak. Hal ini untuk mengakomodasi rangkaian SF12 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar.

Pengerjaan dilakukan melalui kolaborasi antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Sinergi ini bertujuan meningkatkan kapasitas layanan dan memperkuat integrasi antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang.

Progres dan Target Penyelesaian

Proyek pengembangan peron dimulai pada 15 April 2026. Target penyelesaian seluruh pekerjaan konstruksi dipatok pada Juli 2026.

Fokus utama mencakup perpanjangan area tunggu di jalur 6, 7, dan 8. Selain itu, optimalisasi fasilitas pendukung untuk kenyamanan penumpang saat naik dan turun kereta.

Bobby bersyukur progres di lapangan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Pihak manajemen optimistis penyelesaian lebih awal akan berdampak positif bagi pengguna jasa.

Lonjakan Penumpang di Lintas Bogor

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memaparkan data kenaikan jumlah pelanggan di lintas Bogor.

Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat pada kereta api sebagai moda utama menuju ibu kota.

Volume penumpang pada 2022 tercatat 102.054.022 orang, lalu melonjak menjadi 133.040.885 orang pada 2023.

Tren positif berlanjut pada 2024 dengan 145.920.264 penumpang, dan mencapai 155.009.997 orang di sepanjang 2025.

Hingga April 2026, angka penumpang di lintas Bogor sudah menembus 51.868.066 orang.