Pakar UGM Usul Potong Gaji Komisaris BUMN dan Tunjangan Pejabat untuk Bayar PPPK
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Agus Pramusinto menilai pemerintah pusat harus turun tangan mengatasi kesulitan sejumlah pemerintah daerah (pemda) dalam membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurut Agus, persoalan ini menunjukkan belum sinkronnya kebijakan pusat dengan kemampuan fiskal daerah.
>>> Bolehkah Olahraga saat Perut Kosong? Ini Manfaat dan Risikonya
"Ketika pemerintah daerah tidak mampu, maka tanggung jawab berada di pemerintah atasnya," ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Kritik terhadap Efisiensi Anggaran dan Program Baru
Agus menilai krisis anggaran daerah merupakan dampak kebijakan efisiensi yang tidak komprehensif.
Ia juga mengkritik program baru seperti Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai tumpang tindih dengan BUMDes, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan anggaran besar.
Ia mengingatkan agar pemerintah tidak membebani masyarakat dengan pajak baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "PHK terjadi di mana-mana, mencari pekerjaan semakin sulit, harga barang semakin mahal.
Jangan kemudian masyarakat kembali ditekan dengan pajak," katanya.
Agus juga meminta pemerintah mengkaji ulang ketentuan batas belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD.
>>> Polisi Pastikan Uang Miliaran dan Emas 74 Kg Eks Jampidsus Asli
Menurutnya, ketika anggaran dipangkas, batas belanja pegawai ikut turun, sementara kewajiban membayar gaji tidak bisa dikurangi.
Ia memperingatkan bahwa jika persoalan fiskal tidak segera diatasi, pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan berpotensi terganggu akibat kekurangan tenaga.
Usulan Restrukturisasi Pembiayaan Negara
Sebagai solusi, Agus mengusulkan pemangkasan tunjangan kinerja pejabat eselon I dan II sebesar 20 persen. Ia juga menyoroti pejabat yang merangkap sebagai komisaris di perusahaan negara.
"Bayangkan, ada komisaris yang menerima Rp200 juta hingga Rp300 juta per bulan, bahkan memperoleh tantiem puluhan miliar rupiah.
Kalau anggaran itu dialihkan untuk membayar PPPK, berapa banyak tenaga yang bisa diangkat," ujar Agus.
>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dorong Konsumen Beralih ke Pertalite
Ia menambahkan bahwa tunjangan anggota DPR juga bisa dipotong untuk membantu pembiayaan gaji PPPK.
Update Terbaru
Kontroversi Rasial Menimpa Manon KATSEYE Akibat Sampul Instagram Highlight
Jumat / 17-07-2026, 18:38 WIB
BTS Rilis Versi Baru 'NORMAL' dan MV Resmi dari Album ARIRANG
Jumat / 17-07-2026, 18:38 WIB
Seo Yea-ji Resmi Bergabung dengan Agensi Baru B.Wave Entertainment
Jumat / 17-07-2026, 18:38 WIB
CORTIS Siap Gelar Tur Dunia Perdana 'Put Your Phone Down'
Jumat / 17-07-2026, 18:36 WIB
Menteri P2MI Buka Peluang Kerja Sama Penempatan TKI ke Malaysia-Jerman
Jumat / 17-07-2026, 18:35 WIB
Mario Aji dan Veda Ega Ditilang di Spanyol, Denda Rp3,5 Juta
Jumat / 17-07-2026, 18:35 WIB
Kejagung Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU Asabri
Jumat / 17-07-2026, 18:35 WIB
Jerman Usul UNIFIL di Lebanon Diganti Pasukan Uni Eropa
Jumat / 17-07-2026, 18:35 WIB
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
Jumat / 17-07-2026, 18:35 WIB
Harry Kane Kecewa: Inggris Sudah Berikan Segalanya Tapi Gagal ke Final Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 18:35 WIB
Kapten Vietnam Absen di Piala AFF 2026, Kabar Baik untuk Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 18:33 WIB
Inovasi Teknologi Kunci Tekan Biaya Produksi Pangan agar Kompetitif
Jumat / 17-07-2026, 18:33 WIB
Komisi X DPR Apresiasi Kinerja Keuangan Perpusnas 2025, Dorong Penguatan Anggaran Literasi
Jumat / 17-07-2026, 18:33 WIB
Samsung Luncurkan Seri Music Studio di India, Speaker Premium dengan Dolby Atmos
Jumat / 17-07-2026, 18:28 WIB







