Kapten Timnas Inggris Harry Kane tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya gagal melaju ke final Piala Dunia 2026.

Menurut Kane, seluruh pemain sudah memberikan kemampuan terbaik, namun usaha tersebut tetap belum cukup untuk menghentikan kebangkitan Argentina.

>>> Kapten Vietnam Absen di Piala AFF 2026, Kabar Baik untuk Indonesia

Kane mengaku masih sulit menerima kekalahan 1-2 yang dialami Inggris di semifinal.

Ia bahkan tidak memiliki jawaban mengapa The Three Lions bisa kehilangan kemenangan yang sudah berada di depan mata.

"Saya tidak tahu mengapa bisa begini. Kami selalu siap untuk setiap momen, kami sudah memberikan segalanya," ujar Kane, dikutip dari BBC.

Kebangkitan Argentina di Menit Akhir

Kapten berusia 33 tahun itu mengakui Inggris sempat berada dalam posisi ideal setelah Anthony Gordon membawa timnya unggul lebih dulu.

Namun, permainan berubah drastis setelah Argentina meningkatkan intensitas serangan pada menit-menit akhir pertandingan.

"Setelah unggul duluan, kami memang kesulitan menekan. Rasanya setiap yang kami lakukan tidak cukup," lanjutnya.

Kane menilai Argentina mampu memanfaatkan momentum dengan sangat baik hingga membuat lini pertahanan Inggris terus berada di bawah tekanan.

Situasi tersebut membuat timnya kesulitan keluar dari tekanan dan gagal mempertahankan keunggulan.

>>> Inovasi Teknologi Kunci Tekan Biaya Produksi Pangan agar Kompetitif

"Setelah gol kami, entah karena mereka menempatkan lebih banyak pemain ke depan atau kami tidak mampu menandingi mereka secara man-to-man, rasanya kami menghadapi gelombang yang tidak henti," kata Kane.

Tekanan tersebut akhirnya berbuah hasil bagi Argentina. Enzo Fernandez mencetak gol penyama kedudukan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti.

Lautaro Martinez kemudian memastikan kemenangan Albiceleste melalui sundulan pada masa injury time.

Kane mengakui gol kedua Argentina membuat mental para pemain Inggris langsung terpukul. Ia menilai timnya sudah kehilangan momentum untuk kembali membalas.

"Kami sangat kecewa dengan hasil ini. Kami mau bikin gol lagi dan melakukan blok lebih banyak.

Setelah gol kedua mereka, kami sudah tidak punya momentum," ujarnya.

Inggris sebenarnya sempat membuka keunggulan lebih dahulu melalui Anthony Gordon pada menit ke-55.

>>> Komisi X DPR Apresiasi Kinerja Keuangan Perpusnas 2025, Dorong Penguatan Anggaran Literasi

Namun dua assist Lionel Messi membantu Argentina membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan dramatis 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026.