PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan Stasiun Gambir sebagai pintu utama layanan kereta api jarak jauh di pusat Jakarta.

Kawasan Gambir akan dikembangkan menjadi modern station and lifestyle hub yang terintegrasi dengan Monumen Nasional (Monas) dan moda transportasi publik.

>>> Lemahnya Pertahanan Argentina Makin Terkuak, Swiss Punya Celah

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan Stasiun Gambir dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari penataan transportasi publik di ibu kota.

Menurutnya, Gambir tidak diposisikan untuk menggantikan peran Stasiun Manggarai, melainkan memiliki fungsi yang berbeda dalam sistem transportasi Jabodetabek.

"Gambir tidak kami benturkan dengan Manggarai.

Manggarai tetap menjadi pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir kami siapkan sebagai pintu KA Jarak Jauh di pusat kota, akses ke kawasan Monas, dan bagian dari integrasi transportasi publik Jakarta," ujar Bobby dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).

Bobby menjelaskan lokasi Stasiun Gambir yang berada di jantung Jakarta, berdekatan dengan kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, serta Monas, menjadi alasan stasiun tersebut disiapkan sebagai gerbang utama perjalanan kereta jarak jauh menuju pusat kota.

Karena itu, pengembangannya tidak hanya berfokus pada operasional kereta, tetapi juga pengalaman pelanggan sejak tiba di stasiun, menunggu keberangkatan, berpindah moda transportasi, hingga melanjutkan aktivitas di kawasan sekitar.

Konsep Pengembangan Tiga Pilar

Menurut Bobby, konsep pengembangan Stasiun Gambir mengusung tiga pilar utama, yakni mobility, culture, dan lifestyle.

Mobilitas tetap menjadi fungsi utama stasiun, kemudian diperkuat dengan ruang budaya, area komersial, layanan pelanggan, dan ruang publik yang terintegrasi dengan kawasan Medan Merdeka.

Dalam kajian pengembangan KAI, Stasiun Gambir akan dilengkapi dengan koneksi menuju TransJakarta, MRT, jalur pedestrian, hingga kawasan Monas.