Kelemahan utama Argentina di Piala Dunia 2026 mulai terkuak setelah menjalani babak 32 besar dan 16 besar.

Dalam dua laga terakhir, gawang Emiliano Martinez kebobolan empat gol. Ini kontras dengan babak gugur sebelumnya yang hanya kebobolan sekali.

>>> Guehi Akui Inggris Tak Bisa Hentikan Haaland Sepenuhnya

Cara kebobolan pun serupa, yakni lewat serangan balik cepat. Pertahanan tinggi Argentina rupanya juga menjadi kedok untuk menutupi kelemahan.

Komposisi Bek Argentina

Argentina memiliki empat bek tengah di Piala Dunia 2026: Nicolas Otamendi, Lisandro Martinez, Marcos Senesi, dan Cristian Romero, plus Facundo Medina yang serba bisa.

Dari lima laga, Martinez menjadi bek dengan menit bermain terbanyak (390 menit), disusul Romero (346 menit), Medina (259 menit), dan Otamendi (140 menit).

Otamendi dianggap sebagai bek terkuat Argentina, tetapi usianya sudah 38 tahun sehingga bisa menjadi titik lemah dalam permainan intens.

>>> Obsesi Cape Verde ke Messi dan Sejarah Masyarakat Negara Ini Terbentuk

Martinez jadi pilihan utama karena lincah, namun sering kalah duel saat menghadapi penyerang besar. Romero kuat di udara, tetapi kurang matang dalam transisi negatif.

Titik lemah inilah yang dimanfaatkan Cape Verde dan Mesir untuk mencetak gol.

Ancaman Swiss

Swiss akan menghadapi Argentina di babak perempat final. Breel Embolo menjadi ancaman serius karena unggul postur dibanding bek Argentina.

Selain Embolo, Swiss juga memiliki Dan Ndoye dan Zeki Amdouni yang cepat. Kecerdikan pelatih Murat Yakin dalam menyusun strategi serangan balik akan menjadi kunci.

>>> Trump Akui Lelah, Negosiasi dengan Iran Hanya Buang-Buang Waktu

Di sisi lain, lini pertahanan Swiss juga akan mendapat tekanan besar. Manuel Akanji tidak bisa bekerja sendirian menghentikan Lionel Messi yang sedang dalam motivasi tinggi.