>>> Prudential Ungkap Dampak Volatilitas Pasar pada Unitlink Saham 2026

Dalam tiga tahun terakhir, terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 52,9 juta orang atau tumbuh 51,9 persen.

Data arus penumpang di Stasiun Bogor menunjukkan pergerakan yang dinamis. Pada 2024, jumlah gate in tercatat 17.124.802 orang dan gate out 17.276.284 orang.

Pada 2025, gate in 18.199.619 orang dan gate out 18.171.350 orang.

Periode Januari-April 2026, gate in 6.140.074 orang dan gate out 5.959.832 orang.

Intensitas Perjalanan dan Konektivitas

Saat ini, terdapat 392 perjalanan Commuter Line pada hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan yang melayani Stasiun Bogor.

Frekuensi padat ini menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu titik operasi tersibuk di Jabodetabek.

Stasiun Bogor juga terhubung dengan Stasiun Bogor Paledang melalui skybridge. Penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke Sukabumi menggunakan KA Pangrango.

Layanan integrasi lainnya meliputi bus Trans Pakuan dan JR Connexion.

Konektivitas antarmoda ini berdampak pada peningkatan penumpang KA Pangrango, dari 786.001 orang pada 2023 menjadi 1.109.398 orang pada 2025.

Hingga triwulan pertama 2026, tercatat 281.659 penumpang.

Melalui perluasan peron jalur 6, 7, dan 8, KAI berharap penyebaran penumpang di rangkaian SF12 lebih merata.

>>> Kejaksaan RI Ingatkan Mitigasi Kecurangan SPMB 2026, Pastikan Seleksi Aman dan Resmi

Hal ini diharapkan mengurangi penumpukan di pintu kereta dan menjaga kenyamanan penumpang saat jam padat.