PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai beroperasi pada 28 September 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan KRL Jabodetabek, khususnya dalam memperlancar mobilitas komuter.

>>> Coba SSD Sandisk Piala Dunia 2026, Flashdisknya Bentuk Peluit Wasit

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan integrasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aktivitas masyarakat di sekitar Stasiun Karet.

"Integrasi Karet dan BNI City kami siapkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).

Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut hidup bersama aktivitas pejalan kaki, pengantar, ojek, hingga pelaku usaha.

Skema Integrasi dan Fasilitas Baru

Berdasarkan skema yang disiapkan, area Stasiun Karet akan difungsikan sebagai concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City.

>>> Drone Tabrak Helikopter LAPD Saat Petugas Padamkan Kebakaran Semak

KAI juga membangun travelator berpendingin udara agar perpindahan pelanggan lebih nyaman.

Seluruh aktivitas gate in dan gate out nantinya dipusatkan di Stasiun BNI City, sementara kawasan Karet tetap menjadi akses pendukung yang lebih tertata.

Integrasi ini didorong oleh kebutuhan peningkatan keselamatan dan pelayanan, mengingat kedekatan kedua stasiun memengaruhi pola operasi perjalanan kereta.

Selama Semester I 2026, KAI mencatat 7.257.442 aktivitas gate in dan gate out di Stasiun Karet, sementara Stasiun BNI City mencatat 2.688.254 aktivitas.

>>> Drone Tabrak Helikopter LAPD Saat Petugas Padamkan Kebakaran

Secara total, kedua stasiun melayani 9.945.696 aktivitas pelanggan sepanjang Januari hingga Juni 2026.