Penggunaan obat penurun berat badan GLP-1 seperti Wegovy dan Mounjaro tidak hanya mengubah pola makan, tetapi juga belanja konsumen, terutama pakaian.

Hayley Grice (50) dari Shropshire, Inggris, turun tujuh ukuran setelah dua tahun menggunakan Mounjaro. Kini ia berbelanja di toko biasa, bukan lagi butik plus-size.

>>> 7 Peluang Kecerdasan Buatan untuk Karier Masa Depan di 2026

"Dulu saya menghindari warna dan pakaian mencolok. Sekarang saya pakai apa pun yang saya suka," kata Grice, yang dulu berukuran 26-28 Inggris (22-24 AS).

Peningkatan Pengguna dan Dampak Belanja

Di AS, satu dari lima orang dewasa (21%) pernah mencoba obat GLP-1. Di Inggris, 5% orang dewasa atau hampir 3 juta orang kini mengonsumsinya, menurut riset PwC.

PwC memperkirakan angka itu naik menjadi 13% pada akhir tahun depan, sekitar 7 juta orang. "GLP-1 menciptakan konsumen baru," kata PwC.

Sekitar 60% pengguna GLP-1 adalah perempuan. Satu dari 10 perempuan usia 35-54 tahun menggunakan obat ini, menurut Tamara Sender Ceron dari Mintel.

Riset Circana menunjukkan pengguna makan lebih sedikit, beralih ke makanan sehat, dan mengurangi alkohol. Mereka juga membeli lebih banyak pakaian, produk perawatan kulit, rambut, perlengkapan olahraga, dan gadget.

Transisi dari Suntikan ke Pil

Di Inggris, pil Wegovy sekali sehari mulai tersedia dengan resep swasta.

Harganya berkisar £69 untuk dosis awal 1,5 mg hingga £269 untuk dosis tertinggi 25 mg per bulan.

Eli Lilly juga meluncurkan pil Foundayo (orforglipron) di AS pada awal April. Keduanya lebih murah daripada obat suntik.

Dr Craig Primack dari Hims & Hers mengatakan pil ini menarik pengguna baru yang sebelumnya tidak nyaman dengan suntikan.