Efek samping potensial termasuk mual, diare, sembelit, muntah, dan masalah serius seperti kerusakan ginjal.

Melody Ewert (45) dari Minnesota, AS, telah menggunakan GLP-1 selama hampir setahun. Ia lebih banyak berbelanja pakaian bekas dan diskon karena ukurannya masih berubah.

>>> Rudi Margono Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah

"Saya masih aktif menurunkan berat badan, jadi tidak ingin membeli lemari pakaian baru sampai mencapai target 68 kg," kata Ewert.

Ia kini lebih banyak memakai warna dan lapisan pakaian.

Dampak pada Ritel Pakaian

Studi medis menunjukkan Wegovy menyebabkan penurunan rata-rata 21 kg (46 pon) selama 72 minggu, setara empat ukuran pakaian.

Stephen Fitzgerald, mantan direktur komersial M&S, mengatakan 10-15% populasi Inggris mungkin mengonsumsi obat ini pada 2030, yang akan berdampak signifikan pada peritel pakaian.

Menurut PwC, 42% pengguna GLP-1 di Inggris menghabiskan lebih banyak untuk pakaian, terutama pakaian olahraga dan busana pesta.

Jacqueline Windsor dari PwC mengatakan konsumen ingin pakaian yang pas dan menjadi "bangga dengan tubuh".

Shapewear mungkin semakin populer untuk mengatasi kulit kendur. Merek kecantikan dan rambut meluncurkan produk khusus untuk mengatasi "wajah Ozempic" dan rambut menipis.

Analis Berenberg, Anne Critchlow, mencatat pergeseran dari mode longgar pasca-Covid ke siluet yang lebih ketat dan terstruktur.

Berenberg memperkirakan GLP-1 akan mendorong pertumbuhan 1% pasar pakaian Inggris setiap tahun selama tiga tahun ke depan.

Penurunan Pasar Plus-Size

Penjualan ukuran sangat besar di Next menurun, menurut CEO Simon Wolfson. Di M&S, 65% penjualan jeans kini berasal dari ukuran kecil (6-12), naik dari 40% sebelumnya.

BeigePlus, peritel busana plus-size London, mengalami penurunan penjualan 20% dalam dua tahun terakhir. CEO Hennie Fearnley menyebut dampaknya "sangat buruk".

>>> KPK Beberkan Harta Sitaan Etik Suryani, Total Capai Rp 21,2 Miliar

Sementara itu, pembeli plus-size khawatir tentang penurunan ukuran inklusif dan kembalinya budaya kurus. Jacqueline Windsor mengatakan perubahan ukuran pakaian menciptakan identitas baru bagi konsumen.