Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Perwakilan BKKBN Sumut mengadakan kegiatan literasi keuangan di Kampung Keluarga Berkualitas, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga dalam mengelola keuangan secara bijak, aman, dan terencana di era digital.

>>> SK Menteri Terbit, Tarif Tol Sinaksak–Simpang Panei di Sumut Segera Diberlakukan

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sumut, Yusri, menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama ketahanan ekonomi.

"Literasi keuangan membantu keluarga mengelola pendapatan, menyusun prioritas, merencanakan masa depan, serta menghindari penipuan, investasi ilegal, judi online, dan pinjaman online ilegal," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Yusri juga menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, namun literasi keuangan baru 66,46 persen.

Hal ini menunjukkan kesenjangan antara akses layanan keuangan dan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkannya secara aman.

>>> Hansik Contest 2026: Ayam Jadi Jembatan Kuliner Indonesia-Korea

Sinergi OJK dan BKKBN

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Mahyuzar, mengatakan Kampung Keluarga Berkualitas menjadi sarana strategis untuk mengintegrasikan program pembangunan keluarga, termasuk edukasi keuangan.

"Melalui kolaborasi dengan OJK, edukasi diharapkan menjangkau masyarakat lebih luas melalui peran PKB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga, UPPKA, dan Forum GenRe," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat edukasi tentang pengelolaan keuangan keluarga, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, judi online, pinjaman online, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan legal.

Bank Syariah Indonesia (BSI) turut memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah dan pentingnya menabung.

>>> Cek Kesehatan Gratis Jadi Andalan Tekan Beban JKN Akibat Stroke

OJK Sumut dan BKKBN Sumut berkomitmen memperkuat sinergi edukasi keuangan berbasis keluarga untuk mewujudkan masyarakat cerdas finansial, mandiri secara ekonomi, dan mendukung target literasi serta inklusi keuangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.