Ministry of Agriculture, Food, and Rural Affairs bersama Korean Food Promotion Institute (KFPI) dan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan kembali menggelar Hansik Contest 2026 di BINUS University @Bekasi.

Kompetisi kuliner yang memasuki tahun ketiga di Indonesia ini mengusung tema "Igniting Ayam with Korean Fermentation".

>>> Cek Kesehatan Gratis Jadi Andalan Tekan Beban JKN Akibat Stroke

Peserta diajak mengolah ayam dengan teknik memasak dan cita rasa khas Korea melalui bahan fermentasi.

Ayam sebagai Bahan Universal

Counsellor Forestry, Agriculture, Environment, Ocean and Fishery Kedutaan Besar Korea untuk Indonesia, Ha Kyungsoo, mengatakan ayam dipilih karena disukai masyarakat kedua negara.

"Hansik berarti makanan Korea. Pemerintah Korea ingin terus memperkenalkan Hansik di Indonesia.

Tahun ini kami memilih ayam karena masyarakat Korea maupun Indonesia sama-sama menyukai hidangan berbahan ayam," ujar Ha di Bekasi.

Ayam menjadi bahan utama dalam hidangan populer Korea seperti Samgyetang dan Dakgalbi yang kini semakin dikenal di Indonesia.

Peserta didorong mengeksplorasi kreativitas dengan mengombinasikan ayam dan bahan fermentasi khas Korea.

"Tahun ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hidangan ayam Korea sekaligus memperkenalkan penggunaan bahan fermentasi yang menjadi ciri khas kuliner Korea," katanya.

Ha menjelaskan, peserta bebas menggunakan teknik memasak apa pun, mulai dari merebus, memanggang, hingga membakar. Fokus utama adalah pemanfaatan bahan fermentasi secara kreatif dalam sajian ayam.

Ia menilai teknik memasak ayam di Indonesia dan Korea tidak jauh berbeda. Perbedaan terletak pada karakter bumbu dan saus.

Indonesia memiliki kekayaan sambal dengan cita rasa beragam, sementara Korea dikenal dengan saus fermentasi seperti gochujang, doenjang, dan ssamjang.

Perbedaan ini menjadi peluang kreasi kuliner baru yang memadukan identitas kedua negara.