Meta kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Sekitar 8.000 karyawan atau 10 persen dari total tenaga kerja global terkena dampak.

Pemberitahuan dikirim melalui email pada Rabu dini hari pukul 04.00 waktu setempat. Waktu yang mendadak ini mengejutkan banyak staf.

>>> Terungkap, Ini Penyebab Mengejutkan Fajar/Fikri Gugur di Singapore Open 2026

Dalam email yang diperoleh Business Insider, Meta menyatakan peran karyawan yang bersangkutan telah dihilangkan. Langkah ini bagian dari reorganisasi besar-besaran.

Bagi karyawan yang sudah berada di kantor, perusahaan meminta mereka segera berkemas dan meninggalkan lokasi. Akses kantor langsung dinonaktifkan dalam satu jam setelah email diterima.

Karyawan yang terkena PHK dialihkan ke portal khusus alumni. Di portal tersebut, mereka bisa mengakses informasi pesangon, visa, dan bantuan pencarian kerja.

Alasan Efisiensi dan Fokus AI

Manajemen Meta menjelaskan PHK ini untuk meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, untuk mendukung penguatan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang menjadi fokus utama.

CEO Meta Mark Zuckerberg dalam memo terpisah mengakui keputusan ini berat. Ia menyebut memberikan salam perpisahan kepada kontributor besar perusahaan adalah hal menyedihkan.

Zuckerberg turut merasakan beban emosional dari keputusan ini. Namun, ia memberi sinyal kemungkinan tidak ada lagi PHK massal tahun ini.

>>> Rodri Bicara Ambisi Juara Piala Dunia 2026: Tak Terbebani Status Favorit Terkuat

Rincian Paket Pesangon

Meta memastikan karyawan terdampak menerima kompensasi kompetitif. Skema pesangon berdasarkan masa bakti dan posisi terakhir.

Berikut rincian hak dan fasilitas yang diterima:

  • Pembayaran gaji pokok 16 minggu sebagai pesangon awal.
  • Tambahan 2 minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja.
  • Premi asuransi kesehatan (COBRA) bagi karyawan dan keluarga hingga 18 bulan.
  • Pencairan sisa cuti berbayar dan hibah saham berkelanjutan.
  • Layanan konsultasi dan bantuan pencarian kerja selama 3 bulan.
  • Dukungan imigrasi bagi pekerja dengan visa tertentu.

Sebelum pengumuman, Meta menginstruksikan seluruh staf bekerja dari rumah (WFH) pada hari tersebut. Bagi yang tetap datang ke kantor, email menjadi tanda berakhirnya karier.

Dalam surat resmi, manajemen menyampaikan apresiasi atas jasa para pekerja. Mereka menyatakan kontribusi setiap individu penting dalam sejarah perusahaan.

Karyawan terdampak berada dalam status periode pemberitahuan non-kerja. Mereka tetap mendapat gaji penuh tanpa tugas tambahan.

>>> Orbit dari Kudus ke Timnas, Talenta Sepak Bola Putri Terbaru 2026 Banyak Dicari

PHK massal ini menambah daftar perusahaan teknologi besar yang melakukan perampingan. Meta berupaya bangkit dengan struktur organisasi lebih ramping dan efisien.