Dengan cadangan melimpah, mereka memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan negara lain yang bergantung pada pasokan harian.

Posisi Amerika Serikat dan Negara Lain

Amerika Serikat menduduki peringkat kedua dengan cadangan sekitar 413 juta barel minyak mentah. Cadangan ini disimpan di Strategic Petroleum Reserve (SPR), sistem gua garam bawah tanah yang canggih.

>>> Lebih Canggih, Haji 2026 Gunakan AI untuk Pantau Keamanan Jutaan Jemaah

Pembangunan SPR dimulai sebagai respons terhadap krisis minyak pada tahun 1973. Fasilitas ini dirancang menjadi benteng pertahanan energi AS saat keadaan darurat di pasar global.

Pemerintah AS sering menggunakan cadangan strategis untuk menstabilkan harga bahan bakar domestik. Ketika harga melonjak atau pasokan terhambat, stok minyak dari SPR dapat dilepaskan ke pasar.

Jepang menempati posisi ketiga dengan total cadangan minyak strategis mencapai 263 juta barel. Sebagai negara dengan sumber daya energi terbatas, Jepang menjadikan penyimpanan minyak darurat sebagai prioritas nasional.

Negara-negara OECD Eropa secara kolektif memiliki cadangan sekitar 179 juta barel. Jumlah ini mencerminkan komitmen Eropa dalam menjaga keamanan pasokan energi kawasan.

Daftar Lengkap Negara dengan Cadangan Minyak Strategis Terbesar

  • China: 1,397 miliar barel
  • Amerika Serikat: 413 juta barel
  • Jepang: 263 juta barel
  • OECD Eropa: 179 juta barel
  • Arab Saudi: 82 juta barel
  • Korea Selatan: 79 juta barel
  • Iran: 71 juta barel
  • Uni Emirat Arab: 34 juta barel
  • India: 21 juta barel

Daftar tersebut menunjukkan bahwa kepemilikan cadangan minyak bukan hanya monopoli negara produsen, tetapi juga kebutuhan vital bagi negara konsumen.

Kesadaran akan pentingnya stok energi menjadi landasan dalam kebijakan pertahanan ekonomi banyak negara.

Korea Selatan menjadi contoh negara tanpa sumber daya alam melimpah yang mampu menjaga stabilitas ekonomi melalui cadangan energi.