Fenomena Anak RI Ramai-Ramai Ngevape, Ternyata karena Klaim Ini
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengungkapkan fenomena anak muda di Indonesia yang semakin banyak menggunakan rokok elektronik atau vape.
Menurutnya, hal ini dipicu oleh kampanye industri yang menyebut vape lebih aman dibanding rokok konvensional.
>>> 5 Skill Negosiasi Bisnis 2026 yang Paling Dicari Perusahaan
Taruna Ikrar mengutip data anak dan remaja usia 10-18 tahun yang menjadi perokok aktif mencapai 7,4 persen atau lebih dari 5 juta anak.
"Penggunaan rokok elektronik juga melonjak akibat narasi harm reduction yang dikampanyekan pihak industri.
Padahal tidak ada bukti konklusif yang menyatakan rokok elektronik lebih aman dibanding rokok konvensional," ujarnya, dikutip dari laman resmi BPOM, Senin (1/6/2026).
Vape Tetap Berbahaya
Meski disebut lebih aman, Taruna Ikrar menegaskan rokok elektronik tetap berbahaya. Vape mengandung zat adiktif seperti nikotin, zat toksik, dan zat karsinogenik.
Bahan-bahan tersebut dapat memicu ketergantungan dan berdampak buruk bagi kesehatan.
Selain itu, perangkat vape pada sejumlah kasus disalahgunakan sebagai media penggunaan new psychoactive substance (NPS) dan zat berbahaya lainnya.
Taruna Ikrar menekankan pengawasan terhadap produk rokok elektronik harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi lintas sektor.
BPOM memiliki peranan penting dalam pengawasan pasca peredaran produk tembakau dan rokok elektronik, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024.
Peraturan tersebut merupakan aturan pelaksana UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
>>> Masa Transisi Ekspor Batu Bara dan Sawit Dimulai 1 Juni 2026
BPOM akan memastikan kepatuhan pelaku usaha pada batas kadar nikotin, bahan tambahan yang dilarang, hingga pencantuman peringatan kesehatan bergambar.
Perkuatan sistem pengawasan juga dilakukan dengan penerbitan Peraturan BPOM Nomor 18 tentang Pengawasan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik serta Peraturan BPOM Nomor 19 Tahun 2025.
Update Terbaru
Frisian Flag Indonesia Edukasi Nutrisi Anak di Bintaro
Senin / 01-06-2026, 12:44 WIB
Nova Arianto: Strategi Terbaru Bentuk Generasi Emas Timnas Indonesia 2026
Senin / 01-06-2026, 12:44 WIB
Lewis Hamilton Siapkan Perombakan Tim untuk Musim F1 2026
Senin / 01-06-2026, 12:44 WIB
10 Rekomendasi Bra Seamless Terbaik untuk Ibu Menyusui
Senin / 01-06-2026, 12:41 WIB
Aktivitas Melempar Barang Bantu Stimulasi Motorik Balita
Senin / 01-06-2026, 12:41 WIB
Kenapa Selebriti Korea Minta Maaf karena Pakai Warna Merah Saat Musim Pemilu
Senin / 01-06-2026, 12:41 WIB
3 HP Rp2 Jutaan dengan Kamera Juara, Hasil Foto dan Video Bagus Anti Pecah
Senin / 01-06-2026, 12:40 WIB
Oman Tiba di Jakarta, Pengamat Sebut Skuad Garuda Lebih Mewah
Senin / 01-06-2026, 12:40 WIB
6 Model Rumah Desa dengan Sirkulasi Alami Terbaik 2026, Sejuk Tanpa AC
Senin / 01-06-2026, 12:40 WIB
Riot Games Nonaktifkan Neon VALORANT Akibat Exploit, Nerf di Patch 12.09
Senin / 01-06-2026, 12:40 WIB
Jejak Ryamizard Ryacudu, Jenderal TNI yang Pernah Jinakkan Khmer Merah
Senin / 01-06-2026, 12:40 WIB
Daging Kambing Pemicu Kolesterol dan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?
Senin / 01-06-2026, 12:40 WIB
Harga BBM Pertamina dan Shell Turun per 1 Juni 2026
Senin / 01-06-2026, 12:39 WIB
Putri Jennifer Lopez Ganti Nama dan Umumkan Jadi Gender Netral, Publik Mengejutkan!
Senin / 01-06-2026, 12:39 WIB






