Josua Pardede: Relaksasi SLIK Rp1 Juta Harus Dibarengi Manajemen Risiko
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai kebijakan pembatasan informasi debitur dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk pinjaman di bawah Rp1 juta dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan formal.
Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut harus diiringi penguatan manajemen risiko.
>>> Ford Luncurkan Everest Platinum dan Ranger V6, Tenaga 250 PS
Menurut Josua, kebijakan ini bukan penghapusan SLIK secara penuh, melainkan penerapan batas informasi debitur. Laporan SLIK yang ditampilkan untuk analisis kredit hanya mencakup pinjaman di atas Rp1 juta.
Langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat pembaruan status kredit lunas menjadi maksimal tiga hari kerja setelah pelunasan bertujuan mengurangi hambatan administratif.
Hal ini dinilai membantu masyarakat kecil, pelaku UMKM, dan calon debitur KPR bersubsidi yang sebelumnya terkendala riwayat pinjaman kecil.
Risiko Jangka Menengah Perlu Diwaspadai
Josua menegaskan bahwa persetujuan kredit tidak hanya bergantung pada data SLIK. Lembaga jasa keuangan tetap wajib menerapkan analisis kelayakan usaha, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian.
Dalam jangka pendek, rasio kredit bermasalah (NPL/NPF) diperkirakan tidak signifikan terdampak karena nominal pinjaman di bawah Rp1 juta relatif kecil.
>>> Gaya Giorgio Antonio Berbatik saat Klarifikasi Hubungan dengan Sarwendah
Kebijakan ini justru bisa membantu menurunkan penolakan kredit yang terlalu ketat dan memperluas akses pembiayaan formal.
Namun, Josua mengingatkan potensi risiko jangka menengah jika lembaga keuangan tidak memiliki instrumen penilaian risiko pengganti.
Peminjam bisa mengambil banyak pinjaman kecil di berbagai tempat tanpa terdeteksi secara utuh.
Risiko pembiayaan bermasalah bisa meningkat, terutama pada pinjaman konsumtif, beli sekarang bayar nanti, dan pinjaman daring.
>>> Messi Puji Spanyol: Mereka Mainkan Sepak Bola Indah
Oleh karena itu, relaksasi SLIK perlu dibarengi pembatasan jumlah pinjaman aktif, pemantauan lintas lembaga, penilaian kemampuan bayar, serta edukasi konsumen.
Update Terbaru
Istri Claude Lemieux Khawatirkan Kekambuhan Sebelum Kematian
Kamis / 16-07-2026, 23:35 WIB
Nicki Minaj Lawan Tuntutan $275 Ribu Terkait Album 'Pink Friday 2'
Kamis / 16-07-2026, 23:35 WIB
Wanita di Bekasi Diduga Diperkosa Ayah dan Paman, Polisi Selidiki
Kamis / 16-07-2026, 23:35 WIB
Japan Open 2026: Empat Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final
Kamis / 16-07-2026, 23:33 WIB
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Unifikasi Tiga Gelar
Kamis / 16-07-2026, 23:33 WIB
Kebakaran TPA Cipayung Depok, 4 Unit Damkar Dikerahkan
Kamis / 16-07-2026, 23:32 WIB
Galaxy Note Dulu Lebih Tebal dari yang Dibayangkan, Galaxy Z Fold Membuktikannya
Kamis / 16-07-2026, 23:32 WIB
Sinopsis Cek Khodam, Horor Komedi Angkat Fenomena Viral di Medsos
Kamis / 16-07-2026, 23:32 WIB
Saudi Vision 2030 Ubah Wajah Arab Saudi, Logistik Digital Jadi Andalan
Kamis / 16-07-2026, 23:32 WIB
Indomie Kembali Jadi Merek Favorit Warga Indonesia Versi Brand Footprint 2026
Kamis / 16-07-2026, 23:32 WIB
Pemerintah Turunkan Suku Bunga KUR dari 22 Persen ke 8 Persen
Kamis / 16-07-2026, 23:28 WIB
5 Teknologi AI dan Drone untuk Penanggulangan Bencana 2026
Kamis / 16-07-2026, 23:28 WIB
Mike Tyson Kaget Tahu Shohei Ohtani Laki-Laki: 'Dia Cowok?'
Kamis / 16-07-2026, 23:28 WIB
Taylor Momsen Berduka Atas Kematian Mantan Bodyguard Mason Haynes
Kamis / 16-07-2026, 23:27 WIB







