PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih penghargaan Green and Smart Port - ASRI 2026 dengan predikat Terbaik Bintang 5 dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan perusahaan dalam menerapkan tata kelola pelabuhan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, transformasi digital, serta keselamatan operasional.

>>> Josua Pardede: Relaksasi SLIK Rp1 Juta Harus Dibarengi Manajemen Risiko

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menyatakan penghargaan tersebut menjadi bukti transformasi yang dijalankan perusahaan beberapa tahun terakhir.

"Penghargaan ini hasil dari komitmen seluruh insan Pupuk Kaltim dalam membangun pelabuhan yang modern, aman, efisien, dan berkelanjutan," ujar Rafli.

Menurut Rafli, daya saing industri tidak hanya ditentukan kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan mengelola operasional secara bertanggung jawab melalui prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).

Pengembangan Green Port Sejak 2018

Pengembangan pelabuhan di Terminal Khusus Pupuk Kaltim telah mengacu pada konsep Green Port sejak 2018.

Langkah strategis yang dilakukan meliputi pemanfaatan energi terbarukan di area terminal khusus serta pengembangan ekosistem energi bersih di kawasan perusahaan.

Pupuk Kaltim juga memperkuat pengelolaan lingkungan melalui program konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Saat ini perusahaan mengembangkan area konservasi rusa sambar, menjalankan program pelestarian terumbu karang, dan menjaga flora endemik Anggrek Hitam.

Kawasan operasional pelabuhan juga didukung ruang terbuka hijau untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mendukung keseimbangan ekosistem.

Rafli menambahkan, inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program direktif Presiden RI Prabowo Subianto melalui Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Program tersebut bertujuan memperkuat daya saing logistik nasional, khususnya di sektor pangan.