Google tengah mempersiapkan rencana pelepasan hingga 32 juta nyamuk hasil rekayasa genetika di Amerika Serikat.

Raksasa teknologi itu kini menunggu persetujuan dari pemerintah pusat AS melalui Environmental Protection Agency (EPA).

>>> Mark Zuckerberg Akui Salah Tangani Transisi PHK Karyawan Meta

Proyek bernama 'Debug' ini telah berjalan lebih dari satu dekade. Fokusnya adalah mengembangkan teknologi untuk menekan populasi nyamuk pembawa penyakit.

Jika izin resmi diterbitkan, jutaan nyamuk akan disebar di California dan Florida dalam dua tahun ke depan.

Nyamuk yang dilepas telah diinfeksi bakteri Wolbachia sehingga nyamuk jantan tidak dapat membuahi betina.

Para ilmuwan memastikan langkah ini tidak akan meningkatkan populasi serangga penggigit. Hanya nyamuk betina yang menggigit dan mengisap darah manusia.

Spesies target utama adalah nyamuk Culex, vektor utama virus West Nile dan virus St. Louis encephalitis.

>>> Jadwal Film dan Sepakbola 1 Juni 2026: Tayangan Seru di TV

Menurut CDC, virus West Nile adalah penyakit akibat gigitan nyamuk nomor satu di AS.

"Ini adalah konsep yang sangat bagus, dan kami akan menerapkannya untuk melihat apakah ini akan berhasil," kata Chad Huff, petugas informasi publik untuk Florida Keys Mosquito Control District.

Teknik sterilisasi dengan bakteri Wolbachia sudah diterapkan di Florida Keys selama dua tahun. Hasilnya menunjukkan penurunan jumlah serangga di zona uji coba.

"Hasil uji coba musim lalu cukup menjanjikan sehingga kami ingin mempelajarinya lebih lanjut," ujar Huff.

>>> NASA dan China Bersaing Kuasai Sumber Daya Bulan Lewat Misi Artemis

EPA masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan hingga 5 Juni. Peninjauan opini publik menjadi langkah final sebelum izin penggunaan eksperimental diberikan.