CEO Meta Mark Zuckerberg akhirnya buka suara terkait kebijakan pengurangan tenaga kerja di perusahaannya.

Pemimpin induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp tersebut mengirimkan surat elektronik kepada staf yang berisi pengakuan terbuka atas kesalahan manajemen.

>>> Jadwal Film dan Sepakbola 1 Juni 2026: Tayangan Seru di TV

Memo tersebut dikirimkan ke 78.000 kotak masuk pekerja pada Rabu (20/5/2026) pagi waktu setempat.

Proses pengiriman surat berlangsung dalam tiga fase yang dimulai dari Asia termasuk Singapura, disusul Eropa, hingga berakhir di Amerika Serikat.

Kebijakan pemangkasan yang menyasar 8.000 pekerja ini setara dengan 10 persen dari keseluruhan total staf Meta.

Manajemen memberikan kompensasi pesangon berupa 16 minggu gaji pokok, dengan tambahan dua minggu untuk tiap tahun masa kerja, serta jaminan asuransi kesehatan selama 18 bulan bagi staf di Amerika Serikat.

Zuckerberg secara terbuka menyatakan bahwa Meta mengelola masa peralihan ini dengan sangat buruk.

Pemimpin raksasa teknologi itu membenarkan keluhan para pekerja mengenai ketidakjelasan komunikasi internal menjelang pengumuman resmi dan berkomitmen memperbaiki aspek transparansi.

Kondisi membingungkan telah dialami staf sejak desas-desus mengenai pengurangan tenaga kerja berembus pada 23 April lalu.

Manajemen tidak memberikan kepastian resmi selama berminggu-minggu, yang berdampak pada penurunan moral kerja internal perusahaan.

Kendati demikian, Zuckerberg memberikan kepastian kepada sekitar 70.000 pekerja yang bertahan bahwa tidak akan ada pengurangan staf dalam skala besar di sepanjang sisa tahun 2026.

Namun, CFO Meta Susan Li sebelumnya sempat menyatakan dalam panggilan pendapatan pada 29 April bahwa pihak manajemen belum mengetahui jumlah ideal kebutuhan staf saat ini.

Lonjakan Anggaran Proyek Kecerdasan Buatan