Langkah efisiensi melalui pengurangan pekerja ini diambil demi menyokong kebutuhan belanja modal Meta yang membengkak.

>>> NASA dan China Bersaing Kuasai Sumber Daya Bulan Lewat Misi Artemis

Pengeluaran anggaran tahun ini melonjak ke angka 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS, atau hampir dua kali lipat dari total belanja modal pada tahun 2025.

Alokasi dana raksasa tersebut difokuskan untuk pembangunan pusat data baru, produksi cip mandiri, serta pelatihan model bahasa besar di Meta Superintelligence Labs.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar korporasi dalam peta persaingan teknologi kecerdasan buatan.

Selain memecat karyawan, manajemen juga menghapus 6.000 lowongan pekerjaan yang sedang aktif dan mengalihkan 7.000 staf ke proyek kecerdasan buatan terbaru.

Divisi baru bernama Applied AI and Engineering dilaporkan mengintegrasikan sekitar 2.000 pekerja dari proses mutasi tersebut.

Penurunan Moral dan Pengawasan Aktivitas Layar

Kebijakan pemindahan tugas tanpa opsi penolakan ini memicu respons sinis dari kalangan internal yang menjulukinya sebagai "The Draft".

Suasana kerja di lingkungan internal Meta dilaporkan berada pada level terendah berdasarkan sentimen di platform anonim Blind.

Para pekerja menggunakan simbol emoji "salad" di saluran komunikasi internal sebagai satire untuk menggantikan kata "salute" guna melepas rekan kerja mereka.

Kelompok staf di New York bahkan mendirikan situs web hitung mundur bernada sarkasme dengan judul "Big Beautiful Layoff".

Ketegangan internal semakin meningkat menyusul temuan bahwa Meta memantau ketukan papan tik, pergerakan tetikus, serta aktivitas layar untuk pelatihan model kecerdasan buatan Model Capability Initiative.

>>> Mengenal Hewan-Hewan dalam Film Animasi Swapped

Sebanyak lebih dari 1.500 karyawan telah menandatangani petisi penolakan, namun CTO Meta Andrew Bosworth menegaskan sistem pelacakan tersebut bersifat wajib tanpa opsi keluar bagi staf.