NASA dan China Bersaing Kuasai Sumber Daya Bulan Lewat Misi Artemis
Perhatian global kini tertuju ke luar angkasa seiring peluncuran misi Artemis II oleh NASA pada April 2026.
Proyek ini mengirimkan empat astronaut untuk mengitari Bulan sebelum kembali ke Bumi.
>>> Mengenal Hewan-Hewan dalam Film Animasi Swapped
Misi tersebut menjadi fondasi awal bagi ambisi Amerika Serikat membangun pangkalan tetap di Bulan.
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap pergerakan China yang juga berambisi mendirikan stasiun riset ilmiah di satelit Bumi.
Pemerintah China telah mengintensifkan program penjelajahan Bulan secara konsisten selama dua dekade terakhir.
Menanggapi hal itu, AS menginisiasi Program Artemis sejak 2017 dengan target utama membangun pangkalan permanen mendahului China.
Faktor Politik dan Ekonomi Dominasi Perlombaan Antariksa
"Antariksa dan geopolitik selalu berjalan beriringan.
Perbedaan yang kita lihat sekarang adalah adanya dorongan lebih kuat membangun kehadiran manusia dalam jangka waktu yang lebih lama di Bulan, dengan bantuan perusahaan seperti SpaceX dan Blue Origin," kata Dr. Priyanka Dhopade, peneliti teknik antariksa University of Auckland.
Faktor politis dan ekonomi dinilai jauh lebih mendominasi ketimbang tujuan murni pengembangan ilmu pengetahuan. "Motivasi di balik misi-misi ini bukanlah sains.
Selalu ada alasan politik dan ekonomi.
Jadi, kita kembali berada dalam perlombaan antariksa yang lain, kali ini dengan AS yang ingin mengalahkan China dalam menempatkan manusia di Bulan," ujar Dr. Becky Smethurst, astrofisikawan di University of Oxford.
>>> Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Pra Piala Dunia 2026 di TV Indonesia
Secara hukum internasional, Perjanjian Luar Angkasa (Outer Space Treaty) melarang klaim kedaulatan negara atau pembangunan pangkalan militer di Bulan.
Namun, AS menggalang lebih dari 60 negara untuk menyepakati Perjanjian Artemis (Artemis Accords).
Update Terbaru
Unit Idol Ho-Kago Palette dari The Angel Next Door Spoils Me Rotten Umumkan Kelulusan
Kamis / 16-07-2026, 18:17 WIB
Napi di Washington Tipu Keluarga Veteran Lewat Panggilan dari Penjara
Kamis / 16-07-2026, 18:16 WIB
Alasan Vietnam Pangkas Bebas Visa bagi WNI Jadi 14 Hari dari 30 Hari
Kamis / 16-07-2026, 18:16 WIB
Sinopsis Quantum of Solace, Bioskop Trans TV 16 Juli 2026
Kamis / 16-07-2026, 18:15 WIB
GIGABYTE GAMING A16, Laptop Gaming Buatan India Pertama dengan AMD Ryzen
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
MG Motor India Luncurkan Arsitektur Modular MG ADAPT untuk Kendaraan Energi Baru
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
Sensatia Raih Sertifikasi Cruelty Free International, Teguhkan Komitmen Clean Beauty
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
Purwoceng Terancam Punah, Varietas Unggul BRIN Jadi Harapan Baru
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
4 Shio yang Diprediksi Menarik Hoki pada 17 Juli 2026
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
Cara Cek PIP 2026 Lewat HP Pakai NISN dan NIK, Begini Langkah Lengkapnya
Kamis / 16-07-2026, 18:14 WIB
Trump Bertemu Senator Baru Darline Graham di Washington
Kamis / 16-07-2026, 18:12 WIB
Gotham FC Kalahkan Washington Spirit, Sam Kerr Kembali ke Lapangan
Kamis / 16-07-2026, 18:12 WIB
Daewoong-CGBIO Bagikan Strategi Filler HA dan CaHA untuk Dokter Estetika
Kamis / 16-07-2026, 18:11 WIB
Pakar Hukum Soroti Kasus Indodax: Bisa Berujung Pidana
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB







