Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengeluarkan laporan terbaru yang memprediksi suhu rata-rata Bumi akan tetap berada di level tinggi hingga akhir dekade ini.

Hingga tahun 2030, suhu Bumi diperkirakan terus melonjak dan memiliki potensi besar untuk memecahkan rekor panas tertinggi sepanjang sejarah.

>>> Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari Sambut HUT Jakarta 2026

Informasi ini menjadi pengingat bahwa krisis iklim sedang berlangsung dengan kecepatan yang menakutkan.

Proyeksi Kenaikan Suhu Global Hingga 2030

Laporan bertajuk Global Annual-to-Decadal Climate Update disusun WMO bersama Met Office.

Pada periode 2026 hingga 2030, suhu global diproyeksikan meningkat sekitar 1,3 sampai 1,9 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri.

Rentang angka tersebut jauh melampaui rata-rata suhu yang tercatat pada periode 1850 hingga 1900.

Data penelitian menunjukkan peluang sebesar 86 persen bahwa salah satu tahun dalam periode lima tahun ke depan akan menjadi tahun terpanas.

Jika ini terjadi, rekor suhu tertinggi yang baru saja tercetak pada tahun 2024 akan segera terlampaui.

Probabilitas suhu global menembus ambang kritis 1,5 derajat Celsius mencapai angka 91 persen untuk setidaknya satu tahun ke depan.

Angka 1,5 derajat Celsius merupakan batas krusial yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

Dampak Fenomena El Nino dan Prediksi Cuaca Ekstrem

Leon Hermanson, peneliti utama dalam laporan tersebut, menjelaskan faktor pemicu yang dapat memperburuk kondisi cuaca.

Munculnya fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada paruh kedua tahun 2026 akan meningkatkan peluang lonjakan suhu ekstrem.

Efek dari fenomena ini diperkirakan dapat menjadikan tahun 2027 sebagai tahun paling panas dalam sejarah pencatatan modern.

>>> Prabowonomics: Jalan Tengah Ekonomi 2026 antara Sosialisme dan Kapitalisme